Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meta Dituding Raup Rp 267 Triliun dari Iklan Penipuan dan Ilegal di Platform Facebook dan Instagram

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 9 November 2025 | 00:10 WIB
Meta diduga dapatkan untung dari iklan ilegal.
Meta diduga dapatkan untung dari iklan ilegal.

RADARTUBAN - Meta kembali menjadi buah bibir publik setelah laporan investigasi baru dari Reuters mengungkapkan bahwa perusahaan induk Facebook dan Instagram tersebut telah memperoleh miliaran dolar setiap tahun dari iklan yang bersifat penipuan dan ilegal.

Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang seberapa jauh Meta berupaya untuk mengendalikan konten ilegal di platformnya itu.

Reuters yang memperoleh dokumen internal Meta menyebutkan perusahaan memperkirakan memperoleh sekitar 10 persen dari total pendapatan tahunan.

Angka ini setara dengan $16 miliar atau Rp 267 triliun pada tahun lalu hanya dari iklan berjenis penipuan.

Jenis iklan ini berisi promosi mengenai investasi palsu, penjualan produk medis ilegal, hingga perjudian online.

Lebih mengkhawatirkan lagi, penelitian internal Meta menyebut aplikasinya terlibat dalam sepertiga dari seluruh kasus penipuan online di AS.

Laporan tersebut juga menyoroti bagaimana lemahnya penegakan kebijakan di dalam internal perusahaan.

Meta disebut hanya akan memblokir pengiklan kecil setelah mereka tertangkap melakukan pelanggaran hingga delapan kali

Sedangkan bagi pengiklan besar yang memberikan uang lebih besar, Meta akan meloloskan ratusan pelanggaran sebelum akhirnya perusahaan tersebut memblokirnya.

Hal ini menggambarkan dilema besar yang dihadapi oleh Meta mengenai bagaimana menyingkirkan iklan beresiko tanpa harus kehilangan banyak pendapatan.

Dalam satu kasus, empat iklan yang dihapus Meta ternyata menghasilkan pendapatan hingga $67 juta bagi perusahaan.

Bahkan pada laporan yang sama, para manager Meta pernah diingatkan untuk tidak mengambil tindakan yang dapat menurunkan pendapatan perusahaan lebih dari 0,15 persen.

Merespon hal ini, juru bicara Meta, Andy Stone mengatakan laporan yang dikemukakan oleh Reuters terlalu kasar dan tidak akurat.

Dia menegaskan selama 18 terakhir perusahaan menghapus lebih dari 134 juta iklan yang terindikasi mengandung penipuan di seluruh dunia.

Kendati begitu, pernyataan Meta tersebut tidak sepenuhnya menjawab kekhawatiran publik terkait hal ini.

Laporan ini sekali lagi menunjukkan dibalik dominasi iklan Meta, masih tersisa ruang abu-abu yang dimanfaatkan untuk meraup keuntungan besar. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#investigasi #instagram #Iklan Penipuan #Facebook #konten ilegal #meta #penipuan online