Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Di Tengah Tekanan Pasar Global, Penjualan Anjlok dan Restrukturisasi OPPO Membuat Masa Depan OnePlus Dipertanyakan

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 22 Januari 2026 | 12:15 WIB

 

OnePlus bantah isu miring yang mengatakan perusahaannya berada diambang kemunduran.
OnePlus bantah isu miring yang mengatakan perusahaannya berada diambang kemunduran.

RADARTUBAN - Isu tentang masa depan OnePlus kembali mencuat setelah laporan investigasi dari Android Headlines menyebut merek smartphone ini berada di ambang kemunduran serius.

Laporan tersebut menyoroti penurunan kinerja penjualan hingga penyusutan operasional di berbagai wilayah utama.

Sepanjang 2024, penjualan OnePlus dilaporkan merosot lebih dari 20 persen menjadi sekitar 13–14 juta unit, turun dari 17 juta unit pada 2023.

Kondisi ini kontras dengan kinerja perusahaan induknya, OPPO, yang justru mencatat pertumbuhan.

Masalah semakin terasa di pasar penting seperti India dan Tiongkok, yang kini menyumbang sekitar 74 persen total penjualan OnePlus.

Di India, pangsa pasar OnePlus di segmen premium anjlok drastis akibat margin ritel yang tipis serta isu layanan garansi.

Sedangkan di Tiongkok, pangsa pasar merek ini menyusut dari 2 persen menjadi sekitar 1,6 persen pada akhir 2024.

Di luar Asia, jejak OnePlus juga memudar setelah menutup kantor pusatnya di Dallas dan mengakhiri kerja sama dengan T-Mobile.

Sejumlah proyek pun dilaporkan dibatalkan, termasuk ponsel lipat generasi baru. Situasi ini memicu spekulasi bahwa OnePlus akan “dibongkar” secara perlahan, terlebih setelah OPPO sebelumnya juga merombak struktur Realme.

Namun, manajemen OnePlus membantah keras kabar tersebut. CEO OnePlus India, Robin Liu, menegaskan bahwa laporan dari Android Headlines tidak terverifikasi.

Lebih lanjut, dia menegaskan operasional perusahaan tetap berjalan normal hingga saat ini.

Kendati begitu, arah strategi OnePlus di pasar Amerika Serikat masih belum sepenuhnya jelas karena belum ada pernyataan resmi dari cabang AS.

Dengan bantahan tersebut, OnePlus menegaskan belum akan ke mana-mana. Namun di tengah tekanan pasar dan restrukturisasi besar di bawah OPPO, masa depan merek ini tetap menjadi tanda tanya besar bagi industri smartphone global. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#oneplus #smartphone #oppo