RADARTUBAN - Perusahaan AI yang cukup populer, OpenAI resmi menghadirkan aplikasi mandiri untuk Codex, asisten pengkodean berbasis AI yang terintegrasi langsung dengan ChatGPT.
Aplikasi baru ini pertama kali diluncurkan pada Senin (2/2) yang dapat diakses oleh seluruh pengguna chatGPT yang menggunakan perangkat mac.
Berbeda dari versi sebelumnya, aplikasi Codex ini dirancang sebagai pusat kendali bagi pengembang untuk mengelola banyak agen AI sekaligus.
Agen-agen tersebut dapat bekerja secara mandiri mulai dari menulis kode hingga menjalankan tugas janagka panjang tanpa perlu pengawasan terus menerus.
Dalam pernyataan, OpenAI menyebut aplikasi ini memiliki antarmuka sederhana dan berfokus pada produktivitas.
Setiap agen akan berjalan di utas yang terpisah berdasarkan proyek masing-masing. Sistem tersebut membuat pengguna dapat memantau perubahan kode, memberikan komentar pada hasil kerja agen, hingga membuka langsung hasilnya untuk di edit manual.
Aplikasi Codex diluncurkan sejalan dengan popularitas asisten coding AI yang terus meningkat. OpenAI mengklaim lebih dari satu juta pengembang telah menggunakan Codex dalam sebulan terakhir.
Sedangkan Codez sendiri pertama kali diperkenalkan oleh OpenAI pada bulan April dan mulai tersedia secara luas mulai Oktober tahun lalu.
Peluncuran aplikasi Codex juga menjadi langkah strategis OpenAI untuk memperkuat posisinya di tengah persaingan dengan layanan serupa milik Anthropic dan Cursor.
CEO OpenAI, Sam Altman mengatakan Codex sebagai produk internal yang paling dicintai yang pernah dimiliki.
Untuk waktu yang terbatas, OpenAI membuka akses Codex ke pengguna ChatGPT gratis dan paket Go, serta menggandakan batas pemakaian untuk pengguna berbayar.
Langkah ini membuat Codex dapat dicoba oleh semua pengguna ChatGPT meskipun dalam waktu yang terbatas. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama