RADARTUBAN – Pemerintah Mesir resmi memblokir akses ke platform game daring Roblox sejak Rabu (4/2) waktu setempat.
Kebijakan ini diambil setelah regulator menilai adanya potensi konten kekerasan serta risiko sosial yang dinilai dapat berdampak negatif bagi anak-anak dan remaja.
Pemblokiran tersebut dilakukan oleh Dewan Tertinggi Regulasi Media (SCMR) bekerja sama dengan Otoritas Regulasi Telekomunikasi Nasional (NTRA).
Pemblokiran Dilakukan Secara Teknis oleh Seluruh ISP
Ketua SCMR, Khaled Abdel Aziz, menyatakan bahwa pemblokiran Roblox dilakukan secara teknis melalui seluruh penyedia layanan internet (ISP) di Mesir.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus memantau pelaksanaan kebijakan tersebut melalui tim pengawasan khusus.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ruang digital tetap aman bagi generasi muda.
Isu Roblox Sudah Dibahas di Senat Mesir
Wacana pembatasan Roblox sebenarnya telah muncul sejak rapat umum Senat Mesir.
Wakil Ketua SCMR, Essam El-Amir, menyebut kebijakan ini sejalan dengan strategi nasional untuk menjaga nilai sosial dan moral masyarakat.
Keputusan tersebut juga diperkuat dengan arahan langsung Presiden Mesir yang menolak penyebaran tayangan dan konten digital mengandung kekerasan serta perilaku menyimpang.
Fitur Komunikasi Jadi Sorotan Pemerintah
Selain konten kekerasan, pemerintah Mesir juga menyoroti fitur komunikasi langsung dengan orang asing di dalam game Roblox.
Sejumlah senator menilai fitur tersebut berpotensi memengaruhi perilaku dan perkembangan mental pengguna usia anak dan remaja.
Risiko interaksi tanpa pengawasan dianggap menjadi ancaman serius di tengah meningkatnya penggunaan platform digital oleh anak-anak.
Reaksi Publik Terbelah di Media Sosial
Keputusan pemblokiran ini memicu beragam reaksi di media sosial. Sejumlah orang tua membagikan video reaksi anak-anak mereka yang kehilangan akses ke Roblox secara mendadak.
Baca Juga: Tuduh Sebarkan Propaganda LGBT, Pemerintah Rusia Resmi Blokir Roblox
Di sisi lain, banyak pula yang mendukung langkah pemerintah Mesir dengan alasan perlindungan psikologis dan keamanan generasi muda lebih penting dibandingkan akses hiburan digital.
Respons Roblox dan Tren Pelarangan Global
Roblox mengklaim telah menerapkan sistem pengamanan ketat, termasuk verifikasi usia serta pembaruan kebijakan keselamatan secara berkala.
Meski demikian, Mesir kini resmi bergabung dengan sejumlah negara lain yang sebelumnya telah membatasi atau melarang akses Roblox karena alasan keamanan dan perlindungan anak. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni