RADARTUBAN – Gelombang efisiensi yang dilakukan Ubisoft kembali memakan korban.
Setelah sebelumnya memangkas anggaran dan membatalkan enam proyek game, perusahaan asal Prancis itu kini dikabarkan menghentikan pengembangan game Assassin’s Creed versi multiplayer dengan nama kode League.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh media game Origami.
League Awalnya Dirancang sebagai DLC Assassin’s Creed Shadows
Dalam laporannya, League awalnya dikembangkan sebagai konten tambahan atau DLC untuk Assassin’s Creed Shadows.
Game ini dirancang menghadirkan pengalaman multipemain kooperatif hingga empat orang, di mana pemain bekerja sama menjalankan misi pembunuhan dengan latar Jepang feodal.
Baca Juga: Ubisoft Pecat Pimpinan Tim Usai Kritik Wajib Kerja 5 Hari di Kantor
Dikembangkan Ubisoft Annecy, Spesialis Mode Multiplayer
Proyek League dikerjakan oleh Ubisoft Annecy, studio yang dikenal sebagai pengembang mode multipemain pada seri Assassin’s Creed terdahulu seperti Brotherhood dan Black Flag.
Pengalaman panjang studio tersebut sempat menumbuhkan harapan bahwa League bisa menjadi gebrakan baru bagi Assassin’s Creed multiplayer.
Terlalu Menyita Sumber Daya dan Sulit Penuhi Standar
Namun seiring pengembangannya, konsep League dinilai terlalu memakan sumber daya dan tidak mampu memenuhi standar kualitas internal Ubisoft.
Meski sempat dipertimbangkan untuk diubah menjadi mode co-op skala kecil di dunia Assassin’s Creed Shadows, rencana tersebut akhirnya tetap dibatalkan.
Tidak Termasuk Enam Proyek yang Dihentikan Sebelumnya
Laporan menyebut pembatalan League tidak masuk dalam daftar enam proyek yang telah lebih dulu dihentikan Ubisoft pada Januari lalu.
Hal ini menunjukkan bahwa gelombang efisiensi Ubisoft masih terus berjalan dan berdampak pada proyek-proyek lain di luar daftar awal.
Dampak Besar bagi Karyawan Ubisoft
Keputusan ini turut memicu keresahan internal. Sejumlah karyawan dilaporkan merasa marah dan putus asa akibat kondisi perusahaan yang semakin tidak menentu.
Situasi diperparah dengan pemecatan sekitar 70 pengembang di Ubisoft Halifax dalam rangkaian restrukturisasi perusahaan.
Serikat Pekerja Serukan Mogok Kerja
Kondisi tersebut memicu seruan mogok kerja dari serikat pekerja Ubisoft di Prancis pada 10 hingga 12 Februari.
Serikat pekerja bahkan menuntut pengunduran diri CEO Ubisoft, Yves Guillemot, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan manajemen.
Ubisoft Masih Bungkam
Hingga kini, Ubisoft belum memberikan pernyataan resmi terkait pembatalan proyek multiplayer Assassin’s Creed maupun arah pengembangan seri tersebut ke depan.
Ketidakpastian ini membuat masa depan Assassin’s Creed multiplayer dan nasib karyawan Ubisoft masih menjadi tanda tanya besar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni