RADARTUBAN- Komunitas esports global kedatangan kabar menarik dari ranah sim racing. Tim esports Team Redline kini resmi berganti nama menjadi Verstappen Sim Racing pada awal pekan ini.
Perubahan nama tersebut diumumkan langsung oleh pembalap F1 asal Belanda, Max Verstappen. Menurutnya rebranding ini sebagai bagian dari upaya untuk menyelaraskan dengan proyek balap miliknya, yakni Verstappen Racing.
Team Redline sendiri merupakan salah satu tim sim racing yang paling sukses di dunia.
Tim yang didirikan pada tahun 2000 oleh Dom Duhan tersebut telah melahirkan banyak talenta pembalap virtual dan berhasil meraih berbagai prestasi di kompetisi esports global.
Dalam beberapa tahun belakangan, Team Readline yang kini menjadi Verstappen Sim Racing berhasil memenangkaln Esports World Cup pada tahun 2022, 2024, dan 2025, serta beberapa kejuaraan lainnya.
Kerja sama antara Team Redline dan Max Verstappen sebenarnya telah terjalin sejak tahun 2022, tidak lama setelah Verstappen membentuk tim balapnya sendiri, yakni Verstappen.com Racing.
Kolaborasi tersebut bertujuan membangun jalur bagi pembalap sim racing untuk menembus dunia balap nyata.
Salah satu contoh sukses dari proyek ini adalah Chris Lulham. Pembalap yang bergabung dengan Team Redline pada tahun 2021 itu kini telah meraih sejumlah prestasi di ajang balap GT, termasuk memenangkan kelasnya di ajang 24 Hours of Spa 2025 dan meraih Gold Cup di GT World Challenge Europe.
Verstappen mengatakan bahwa sim racing menjadi salah satu hobinya di luar lintasan Formula 1. Dia juga mengaku kerap menghabiskan waktu bersama Team Redline ketika tidak ada agenda balap di dunia nyata.
“Balap simulasi adalah gairah besar saya di luar Formula 1, dan Team Redline selalu menjadi bagian darinya,” jelas Max Verstappen dikutip dari AutohebdoF1.
Pembalap Red Bull itu menambahkan perubahan nama menjadi Verstappen Sim Racing menjadi langkah alami untuk menyatukan seluruh aktivitas di bawah ekosistem Verstappen Racing, mulai dari balap GT3 hingga kompetisi virtual.
"Kami mengambil semua yang telah kami capai dan mengintegrasikannya lebih lanjut ke dalam platform Verstappen Racing secara keseluruhan," tambahnya.
CEO Verstappen Sim Racing, Atze Kerkhof menilai transformasi ini menjadi langkah penting di era ketika sim racing semakin diakui sebagai tempat lahirnya talenta motorsport dunia nyata.
Di sisi lain, pendiri Team Redline, Dom Duhan menyambut positif perubahan nama ini.
Dia menyebut transisi ini sebagai evolusi yang diharapkan dapat terus melahirkan pembalap berbakat generasi baru. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni