Rasa bangga dan haru masih tertanam dalam hati Puteri Wulandari, 17. Siswi asal SMAN Parengan, Kabupaten Tuban itu dipercaya menjadi pembawa baki bendera merah putih dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di Grahadi, Surabaya.
Andreyan, Tuban
AMANAH untuk menjadi pembawa bendera pusaka dalam upacara Provinsi Jawa Timur (Jatim) itu menjadi salah satu momentum tak terlupakan gadis yang akrab disapa Puteri tersebut. Saat diwawancara melalui telepon, dia tak henti bersyukur.
‘’Bangga karena dipercaya sebagai pembawa baki saat prosesi penurunan bendera di Pemprov Jawa Timur,’’ ungkap dia.
Dari 74 Paskibraka yang ditugaskan Pemprov Jatim, namanya terpilih untuk menduduki posisi terdepan menurunkan sang merah putih untuk kembali disimpan, setelah berkibar seharian.
Sambil menghela nafas dengan ucapan yang terbata-bata, Puteri mengaku masih tidak percaya atas momentum yang dia jalankan itu. ‘’Masih tidak menyangka,’’ kata dia singkat.
Mendapatkan prestasi tersebut tentu tidak mudah. Terik matahari selalu menjadi teman baiknya saat latihan.
Keringat pun tak pernah berhenti mengucur. Meski harus membakar kulit, semangatnya tak pernah luntur. Mimpi untuk menjadi bagian pengibar sang merah putih di momen sakral pun akhirnya tercapai.
Mulanya siswi kelas XI 6 SMAN Parengan itu mengaku sempat minder dan pesimis saat mengikuti seleksi. Apalagi, dia harus bersaing dengan 222 peserta yang berasal dari seluruh perwakilan kabupaten/kota se-Jawa Timur.
‘’Ada sembilan tahapan seleksi yang harus dilalui, Alhamdulilllah berhasil lolos semuanya,’’ tutur dia.
Ketika hari pelaksanaan, rasa nervous saat membawa bendera berhasil dia taklukkan. Dalam rekaman video, tidak terlihat sedikit pun raut wajah cemas yang dari wajah siswi asal Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan itu.
Dia sukses melangkahkan kakinya menuju pusara tiang pengibaran dengan tenang. ‘’Senang bisa menjalankan amanah dengan baik,’’ pungkasnya (*/yud)
Editor : Yudha Satria Aditama