Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BGN Dukung Efisiensi APBN 2026, Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Maksimal

S
Penulis: Siti Rohmah❯
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang. (Istimewa)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang. (Istimewa)

Advertisement

RADARTUBAN - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dengan tetap memastikan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif dan tepat sasaran.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengatakan pihaknya mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, terkait optimalisasi penggunaan anggaran negara.

“BGN menghormati dan mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan terkait langkah efisiensi anggaran negara. Penyesuaian ini diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal,” ujar Nanik saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut Nanik, koordinasi antara BGN dan Kementerian Keuangan terus berjalan untuk menjaga keberlanjutan Program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sinergi antara Kemenkeu dan BGN menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam menjaga kualitas Program MBG sekaligus memastikan tata kelola anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” katanya.

Advertisement

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, BGN memperoleh pagu anggaran sebesar Rp 268 triliun. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung operasional Program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Hingga 24 Mei 2026, Program MBG tercatat telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat melalui 29.225 SPPG di seluruh Indonesia.

Pemerintah memastikan program tetap berjalan optimal meskipun dilakukan penyesuaian efisiensi pada sejumlah pos operasional.

Nanik menilai efisiensi anggaran justru menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan program agar manfaat yang diberikan lebih tepat guna bagi masyarakat.

“Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap Program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” ujar Nanik.(*)

Advertisement
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Efisiensi Anggaran, Perbaikan Kerusakan Jalan Berpotensi Tidak Maksimal

Efisiensi Anggaran, Perbaikan Kerusakan Jalan Berpotensi Tidak Maksimal

Panjang jalan rusak di Tuban naik signifikan pada 2025. Namun, kebijakan efisiensi anggaran membuat perbaikan tahun ini berpotensi tidak maksimal.

Paradoks Efisiensi dari Anggaran yang Pasti Dikorupsi

Paradoks Efisiensi dari Anggaran yang Pasti Dikorupsi

Surat terbuka yang mengulas kebijakan efisiensi anggaran serta kritik terhadap potensi korupsi di baliknya.

Sudah 10 Tahun Mengabdi, Jaksa Mungki Hadipratikto Tinggalkan KPK dan Bertugas di BGN

Sudah 10 Tahun Mengabdi, Jaksa Mungki Hadipratikto Tinggalkan KPK dan Bertugas di BGN

Direktur Labuksi KPK Mungki Hadipratikto dikabarkan bertugas di BGN. Setyo Budiyanto menjelaskan proses pelepasannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer