Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Paradoks Efisiensi dari Anggaran yang Pasti Dikorupsi

A
Penulis: Ahmad Atho’illah❯
Ahmad Atho’illah Kolumnis/Wartawan Jawa Pos Radar Tuban
Ahmad Atho’illah Kolumnis/Wartawan Jawa Pos Radar Tuban

Advertisement

RADARTUBAN- Dear, Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang hari ini dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tuban. Selamat datang di Bumi Ronggolawe, Bapak. Jangan lupa uluk salam terlebih dahulu sebelum memasuki tanah para wali ini.

Tidak seperti surat terbuka sebelumnya—pada awal Februari lalu—yang membahas soal kebijakan nirsubstansi Bapak. Juga bukan soal mitos Presiden setelah berkunjung di Tuban. Kali ini, saya hanya ingin berkeluh kesah tentang penyambutan Bapak yang terlampaui mewah untuk sekadar panen raya jagung—di tengah efisiensi anggaran yang terus Bapak dengungkan.

Meski tampak paradoks dengan apa yang sering Bapak ucapkan soal efisiensi anggaran, tapi ya sudah lah. Saya yakin, Bapak tidak tahu soal persiapan penyambutan Bapak. Sebab, jika Bapak tahu, kedatangan Bapak akan disambut semewah ini, pasti Bapak tidak akan berkenan.

Advertisement

Saya tahu isi hati Bapak: daripada anggaran penyambutan yang diprediksi mencapai ratusan juta, bahkan mungkin miliaran—yang muspro hanya dalam waktu sehari semalam ini lebih baik dialihkan untuk hal-hal yang positif.

Nasi sudah menjadi bubur. Semua sudah disiapkan dengan segala kemewahannya. Untuk itu, anggap saja semua ini sebagai hiburan masyarakat Tuban. Kapan lagi mendapat hiburan dengan biaya mahal. Kapan lagi melihat tenda-tenda besar berdiri kokoh di atas lahan persil yang telah diratakan. Kapan lagi melihat helikopter yang ditumpangi presiden mendarat di Tuban.

Kapan lagi melihat mobil-mobil mewah yang ditumpangi pejabat menembus area persil. Dan kapan lagi bisa melihat seorang Presiden—yang belum pernah ada dalam sejarah Indonesia, bahkan sejarah dunia—yang mampu membangun 30 ribu koperasi dalam satu tahun, serta kurang lebih 19 ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

Advertisement

Melalui surat terbuka ini dan bertepatan dengan kunjungan Bapak di Tuban, saya hanya ingin mendengar pidato Bapak yang meneduhkan—yang sebagai seorang presiden, bukan calon presiden—yang seakan masih membutuhkan validasi dari rakyat.

Pak, jika setiap ucapan dan tindakan Nabi adalah kebenaran dari Tuhan, maka setiap yang diucapkan seorang pemimpin adalah kebijakan dan penegasan. Karena itu, seorang pemimpin harus jujur dan konsisten dengan apa yang telah diucapkan. Sebab, ketidakjujuran dan ketidaktaatasasan atau inkonsisten seorang pemimpin membawa dampak bagi seluruh rakyat.

Ketika Bapak mengajak seluruh pejabat dan rakyat se-Indonesia untuk melakukan efisiensi, maka sudah seharusnya dan sepatutnya—setiap tindakan dan kegiatan Bapak mencerminkan efisiensi.

Masih hangat dalam ingatan, beberapa pekan lalu Bapak mengatakan bahwa anggaran ratusan triliun yang Bapak gelontorkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan sejumlah program populis lainnya, itu semua berasal dari efisiensi dari seluruh anggaran kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten/kota yang Bapak anggap berpotensi untuk dikorupsi.

Advertisement
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BGN Tutup Permanen Lebih dari 2.000 Dapur MBG, Ini Sejumlah Pelanggaran yang Ditemukan

BGN Tutup Permanen Lebih dari 2.000 Dapur MBG, Ini Sejumlah Pelanggaran yang Ditemukan

BGN menutup permanen lebih dari 2.000 dapur MBG karena masalah higiene dan sanitasi. Simak temuan pelanggaran di sejumlah daerah.

MBG Prasmanan Bakal Diperluas, Makanan Dijaga 60 Derajat! Ini Target Baru BGN

MBG Prasmanan Bakal Diperluas, Makanan Dijaga 60 Derajat! Ini Target Baru BGN

BGN perluas skema MBG Prasmanan ke ribuan dapur. Suhu makanan dijaga minimal 60 derajat Celsius demi cegah keracunan dan jaga kualitas.

Insentif SPPG Berbasis Porsi, Pegawai MBG di Tuban Singgung Peran Kepala SPPG

Insentif SPPG Berbasis Porsi, Pegawai MBG di Tuban Singgung Peran Kepala SPPG

Pegawai SPPG di Tuban menyebut insentif Rp 2 ribu per porsi mengikuti jumlah produksi MBG. Saat siswa SMK magang, jumlah porsi ikut berkurang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer