RADARTUBAN - Keahlian Fulla Khansa Kaka Jauza dalam menekuni mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia patut diacungi jempol. Di tengah menurunnya generasi kiwari terhadap mapel Bahasa Indonesia, siswi SMAN 1 Tuban ini justru mencuat dengan sederet prestasi dari mapel tersebut.
Tutur katanya yang santun mengisyaratkan kesederhanaan dari gadis asal Desa/Kecamatan Plumpang tersebut.
Bahkan, dirinya enggan disebut sebagai jawara, karena masih banyak proses yang harus dijalaninya pada masa mendatang.
Selama mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah, siswi yang karib disapa Fulla ini kerap mengikuti lomba mapel Bahasa Indonesia, seperti lomba baca puisi, pidato, baca berita, hingga debat Bahasa Indonesia.
‘’Sejak SMP sudah ikut lomba Bahasa Indonesia,’’ ujar alumni SMP Plus Al-Fatimah Bojonegoro itu saat diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (12/2) pekan lalu.
Bakatnya semakin meningkat saat memasuki bangku SMA. Sederet piala yang telah didapatkan antara lain, juara 2 Cipta Puisi tingkat Jawa Timur pada 2021, juara 1 Debat Bahasa Indonesia tingkat Kabupaten Tuban pada 2023, juara 3 Baca Berita tingkat Kabupaten Tuban pada 2023 dan masih banyak lagi.
Prestasi tertinggi yang didapatkannya saat merengkuh juara 2 Debat Tingkat Nasional di Universitas Airlangga pada 2023 lalu.
Sekaligus membawa gadis kelahiran 2006 itu menekuni bidang tersebut.
Secara tidak langsung, kemampuannya dalam lomba yang mengedepankan kepiawaian berbicara itu dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya.
Ayahnya adalah seorang publik speaker. ‘’Bisa dibilang tumbuh berdampingan dengan dunia ini (Bahasa Indonesia, Red), ingin mengikuti jejak orang tua,’’ tuturnya.
Kemampuannya berbicara di depan umum terus diasahnya sepanjang hari, sampai dirinya dipercaya menjadi host di podcast Dinas Perpustakaan Umum dan Kearsipan (Dispersip) Tuban.
‘’Setiap hari Jumat selalu rutin ber-podcast. Suatu kebanggaan bisa berbincang dengan tokoh-tokoh inspiratif di Tuban,’’ ucapnya.
Di akhir wawancara dengan wartawan koran ini, gadis 18 tahun itu ingin menjadi anak muda yang melek dengan politik. Role modelnya adalah Najwa Shihab.
‘’Masih harus berproses panjang agar bisa seperti beliau (Najwa Shihab, Red). (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama