Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gina Syifaul Khoiriyah, Perwakilan Kabupaten Tuban dalam Paskibraka Jawa Timur yang Harus Korbankan Waktu Bermain demi Latihan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 21 Juli 2025 | 01:05 WIB
Gina nampak cantik sekaligus tangguh meski dalam balutan seragam putih abu-abunya.
Gina nampak cantik sekaligus tangguh meski dalam balutan seragam putih abu-abunya.

 

RADARTUBAN- Nada suaranya teduh namun terdengar begitu mantap. Gina begitu luwes menceritakan lika-liku perjuangannya menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pusaka di peringatan HUT ke-80 RI tingkat Jawa Timur kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Bukan hal mudah untuk bersaing dengan 115 siswa dari tingkat kabupaten, kemudian 154 siswa di level regional dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Untuk mencapai prestasi yang membanggakan tersebut, Gina harus konsisten melakoni serangkaian persiapan fisik, mulai lari, push up, sit up, back up, hingga shuttle run untuk tubuhnya.

Bahkan, remaja 16 tahun ini menjadwalkan waktu khusus untuk latihan mandiri di sela kesibukannya sebagai pelajar. "Kuncinya konsisten dan pantang menyerah,’’ ungkapnya.

Bukan hanya fisik, Gina juga membekali dirinya dengan berbagai materi wawasan kebangsaan untuk bisa bersaing dalam seleksi pasukan pengibar bendera pusaka.

Dia mengaku banyak dibantu dan mendapat bimbingan dari senior-seniornya.

Namun, prosesnya bukan tanpa hambatan. Tantangan terbesar justru dari dirinya sendiri.

Di tengah tuntutan sekolah dan kerasnya latihan yang diembannya, gadis berzodiak Capricorn ini merasa sering kali letih dan malas untuk berlatih.

Tetapi, di sisi lain, motivasi dalam dirinya juga menuntut agar selalu berproses dalam menggapai keinginannya.

Selain fisik dan memperluas wawasan kebangsaan, mental pun dia latih dengan fokus dan kesabaran.

Sehingga tidak sekadar mengejar keinginan untuk lolos seleksi, namun juga menikmati setiap perjuangannya sebagai sebuah pengalaman yang berharga.

Bahkan, sehari menjelang pelaksanaan seleksi tingkat kabupaten, Gina mengaku dirinya sempat jatuh sakit sebab terlalu keras berlatih dan kesehariannya di sekolah yang cukup padat.

"Persiapannya bukan lagi dalam hitungan hari, tapi saya sudah mulai berjuang dengan mimpi ini sejak awal saya masuk dalam ekstrakulikuler paskibra di SMA,” kenangnya di awal perjalanannya.

Baginya, momen paling berkesan justru bukan saat dirinya dinyatakan lolos dalam seleksi tingkat provinsi, melainkan ketika dia bisa mengenal banyak teman dari berbagai daerah dan belajar banyak hal baru dari rekan-rekan seperjuangannya dalam seleksi tingkat provinsi.

Kini, setelah berhasil menembus seleksi Paskibraka Provinsi Jawa Timur, Gina dapat menjadi contoh bagi para pelajar untuk mengejar mimpi setinggi mungkin.

Dengan semangatnya, dia menunjukkan jika keberhasilan dapat diraih dengan keberanian, tekad, kan kemauan yang besar.

Dengan berbagai tempaan latihan fisik, mental, dan akademis, dalam diri Gina telah tertanam nilai-nilai kedisiplinan, ketangguhan, sekaligus nasionalisme yang tinggi.

Bukan hanya terbentuk di lapangan selama masa pelatihan dan seleksi, tetapi juga dalam proses panjang yang dijalaninya dengan sepenuh hati.

"Menurut saya, Paskibraka bukan hanya tugas mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga proses untuk membentuk diri menjadi pribadi yang tangguh dan berjiwa besar,” ucapnya mengakhiri. (*/tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Pasukan Pengibar Bendera Pusaka #Perwakilan Kabupaten Tuban dalam Paskibraka Jawa Timur #SMAN 2 Tuban #wawasan kebangsaan #paskibraka