RADARTUBAN - Di tengah gegap gempita Hari Raya Idul Fitri, tidak semua orang dapat menikmati momen berkumpul bersama keluarga. Bagi Ardhi Majid Zakaria, personel Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban, Lebaran justru identik dengan tugas di jalanan.
Tahun ini merupakan tahun kedelapan bagi pria 28 tahun itu menjalani hari raya dalam balutan seragam dinas.
Sejak pertama kali bertugas pada 2019, Majid hampir selalu menghabiskan hari pertama Lebaran di Bumi Ronggolawe, memastikan arus lalu lintas tetap aman dan lancar.
Di saat sebagian besar masyarakat merayakan Lebaran bersama keluarga, Majid berdiri di tepi jalan, akrab dengan deru kendaraan yang hilir-mudik.
Dia menjadi bagian dari petugas yang menjaga agar perayaan berjalan tertib, meski harus menunda kebersamaan dengan keluarga.
Meski demikian, Majid tetap berupaya menjalankan perannya sebagai kepala keluarga. Di sela waktu yang terbatas, dia menyempatkan diri mengantar istrinya pulang kampung ke Cilacap, Jabar.
“Biasanya setelah hari kesekian Lebaran baru bisa mengantar istri pulang kampung. Itu pun waktunya sangat singkat,” ujarnya.
Perjalanan yang ditempuh tidaklah ringan.
Sekitar sepuluh jam perjalanan harus dilalui setelah menyelesaikan tugas. Tanpa banyak jeda, dia langsung berangkat demi memenuhi tanggung jawab sebagai suami.
Namun, waktu kebersamaan di kampung halaman pun tidak bisa dinikmati lama. Tugas kembali menunggu, membuatnya harus segera kembali ke Tuban.
“Sebisa mungkin keduanya tetap berjalan beriringan, meski harus membagi waktu yang sangat terbatas,” tuturnya.
Lulusan S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Adi Buana Surabaya itu meyakini, kehadiran tidak selalu diukur dari lamanya waktu. Baginya, yang terpenting adalah upaya untuk tetap hadir, meski dalam keterbatasan.
“Keluarga sudah memahami dan mendukung penuh,” katanya.
Kisah Majid menjadi potret tentang keseimbangan yang tidak mudah dijalani.
Di satu sisi, dia adalah petugas yang harus tetap berada di lapangan.
Di sisi lain, dia juga seorang kepala keluarga yang berupaya hadir bagi orang-orang terdekatnya—meski dengan waktu yang tersisa.(*/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama