Profil Peraih IPK 3,99 dan Lulusan Terbaik IPB 2026: Nabil Bintang Prayoga, Anak Pemilik Depot Jamu di Batang

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 11:03 WIB
Nabil Bintang Prayoga, lulusan Program Studi Statistika dan Sains Data IPB University. (Istimewa)
Nabil Bintang Prayoga, lulusan Program Studi Statistika dan Sains Data IPB University. (Istimewa)

RADARTUBAN - Keterbatasan finansial tidak meredupkan tekad Nabil Bintang Prayoga untuk meraih puncak prestasi akademik.

Pemuda kelahiran Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ini sukses mengukuhkan diri sebagai Lulusan Terbaik Program Sarjana IPB University pada perhelatan Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026 pada Juli 2026 lalu.

Alumnus SMAN 1 Subah yang menempuh pendidikan di Program Studi Statistika dan Sains Data ini menuntaskan Studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang hampir sempurna, yaitu 3,99.

Baca Juga: Profil Kuntadi, Jaksa Senior yang Diusulkan Jadi Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah

Tidak hanya unggul di tingkat universitas, Bintang juga didapuk sebagai Lulusan Terbaik di lingkungan Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University.

Buah Manis Beasiswa KIP-K dan Sumpah Haru Orang Tua

Perjalanan kuliah Bintang di kampus IPB dimulai dari keberhasilannya menembus jalur SNBP (bekas SNMPTN) melalui skema Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). 

"Terlahir dari keluarga pengelola salon dan depot jamu sederhana di Batang, keterbatasan ekonomi justru memicu semangatnya untuk membuktikan potensi diri."

Capaian luar biasa ini dia persembahkan sepenuhnya kepada keluarga yang tak pernah putus memberikan dukungan dan doa.

"Saya sangat bersyukur bisa mengakhiri masa studi ini sebagai lulusan terbaik. Seluruh pencapaian ini saya dedikasikan untuk kedua orang tua serta kakak saya. Ibu selalu berpesan bahwa warisan paling berharga yang bisa diberikan orang tua adalah pendidikan," ungkap Bintang.

Dia pun tak mampu menyembunyikan rasa harunya atas perjuangan keras kedua orang tuanya. Walaupun sang ayah dan ibu hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat SLTA, mereka berhasil membiayai dan mengantarkan anak-anaknya hingga lulus sebagai yang terbaik di perguruan tinggi masing-masing.

Rekor Lulus Cepat dan Kiprah di Kampus

Minat Bintang terhadap pengolahan data dan statistika sudah terpatri sejak awal melangkah ke perguruan tinggi. Ia menilai kurikulum IPB sangat adaptif dalam melatih mahasiswa mengolah data menjadi landasan keputusan strategis.

Di luar kelas, Bintang dikenal sangat aktif. Ia sempat memegang sejumlah posisi kepengurusan organisasi mahasiswa, seperti di Ormawa Eksekutif PKU, Pionir Muda, hingga menjabat Direktur Departemen Data Analytics Gamma Sigma Beta dan Komti Statistika dan Sains Data Angkatan 59.

Selain aktif sebagai asisten dosen dan langganan menjuarai kompetisi Olimpiade Statistika, Bintang sempat menimba pengalaman magang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga: MA Ash Shomadiyah Pertahankan Tradisi Antarkan Lulusan ke PTN

Manajemen waktunya teruji ketika dia harus menyelesaikan tugas akhir di tengah padatnya jadwal magang, proyek lepas (freelance), dan kompetisi. Bahkan, Bintang mencatatkan rekor di program studinya sebagai mahasiswa tercepat yang meraih Surat Keterangan Lulus (SKL), yakni hanya tiga hari setelah ujian seminar skripsi.

Langsung Diterima Kerja Sebelum Wisuda

Prestasi cemerlang di kampus berbanding lurus dengan pintu kariernya. Tanpa perlu menganggur, Bintang sudah mengamankan posisi kerja sebelum resmi diwisuda.

Dia diterima dalam program Management Development Program (MDP) Location di PT Indomarco Prismatama sebagai Static and Instrument Analyst.

Perjalanan Nabil Bintang Prayoga menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang. Lewat kerja keras, pemanfaatan beasiswa yang tepat, serta doa keluarga, siapa saja bisa mengukir prestasi gemilang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
batang jamu lulusan ipb