RADARTUBAN.COM – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tampaknya belum menemukan formula tepat dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Tuban.
Itu tampak dari tren inflasi yang menunjukkan peningkatan dalam dua bulan terakhir.
Juli lalu, angka inflasi masih tercatat 3,51 persen. Namun, pada Agustus perlahan naik menjadi 3,56 persen.
Kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok di Tuban selama Agustus hingga September ini disebut menjadi pemicu inflasi. Salah satunya kenaikan harga beras.
‘’Kenaikan inflasi ini tidak hanya di Tuban, tetapi juga kabupaten/kota lain,’’ kata Endro Budi Sulistyo, wakil ketua TPID Tuban.
Itu pun, terang dia, inflasi di Tuban masih kategori terkendali.
Disampaikan Endro, dalam beberapa bulan terakhir ini produksi komoditas bahan pokok mengalami penurunan, termasuk beras.
Pemicunya, kemarau yang berkepanjangan dan ditambah dampak fenomena El Nino. Alhasil, antara supplay and demand tidak berimbang.
Stok yang tersedia tidak sebanding dengan permintaan pasar. Kondisi inilah yang kemudian memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Tuban. Dan ketika harga bahan pokok naik, maka inflasi ikut terkerek.
Meski demikian, tegas Endro, stok bahan pokok di Tuban dipastikan masih aman. Utamanya kebutuhan beras. Bulog mengaku siap memenuhi stok.
‘’Masyarakat tidak perlu panic buying,’’ ujarnya.
Sebagai upaya mengendalikan laju inflasi, pejabat yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tuban itu menuturkan, pemkab melakukan intervensi bantuan pangan non tunai (BPNT).
‘’Insya Allah semua aman terkendali,’’ katanya.
Terpisah, Mustagfirin, salah satu pedagang di Pasar Baru Tuban mengatakan, beberapa hari ini harga bahan kebutuhan pokok masih terus naik.
Gula pasir misalnya, yang biasanya Rp 13.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram. Telur yang sebelumnya Rp 24.000 juga naik hingga Rp 25.000 per kilogram.
‘’Kalau telur ini agak fluktuatif, kemarin itu sempat turun terus sekarang naik lagi,’’ ujarnya.
Sementara untuk harga beras mulai stabil. Untuk jenis premium bertahan di harga Rp 13.500 per kilogram.
‘’Soal kenaikan harga bahan pokok ini, sepertinya karena stok yang menipis,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie