RADARTUBAN – Prihatin melihat kebiasaan masyarakat buang sampah sembarangan, sekelompok pegiat seni graffiti yang tergabung dalam komunitas Tubgraff terpanggil untuk menggelar aksi sosial bersih sampah pantai dan melukis tembok kumal di pemukiman warga.
Aksi bertema Membaur di Utara itu berlangsung di Lingkungan Kawatan, Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban.
Diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban, Akbar Kusuma Anjasmara, salah satu anggota komunitas Tubgraff, mengatakan, kebiasaan masyarakat yang membuang sampah di laut harus diubah.
Karena itu, dia berinisiatif mengolaborasikan kegiatan graffiti sekaligus bersih pantai.
‘’Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pemuda untuk bersih sampah bersama 12 seniman graffiti untuk melukis tembok,’’ ujarnya.
Anjas —sapaan akrabnya mengungkap, ide menggelar aksi tersebut bermula saat Tubgraff menggambar graffiti di sekitar Lingkungan Kawatan pada 2018.
Saat itu, dia melihat banyak warga yang menganggap kebersihan laut kurang penting. Padahal, mayoritas mata pencaharian warga di kawasan pesisir adalah nelayan.
‘’Jadi mereka mencari penghasilan dari laut, tapi kurang menjaga kebersihan laut,” ungkapnya.
Melihat fenomena tersebut, pria 30 tahun itu bersama Tubgraff kemudian membuat serangkaian acara bernama All City.
Kegiatan menggambar bersama sebenarnya rutin dilakukan setiap tahun dengan lokasi berpindah-pindah.
‘’Tahun ini, kami tidak hanya menggambar, namun juga melakukan kegiatan yang berdampak baik bagi masyarakat, salah satunya menjaga kebersihan lingkungan,” ujar pria asal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban itu.
Lingkungan Kawatan dipilih sebagai tempat action karena memiliki banyak nilai historis bagi warga Bumi Ronggolawe.
Salah satunya keberadaan Sumur Srumbung yang memiliki nilai sejarah. Begitu juga Pantai Boom yang merupakan salah satu ikon wisata di Tuban.
‘’Pantai Boom biasanya jadi pintu masuk wisatawan yang datang ke Tuban. Jadi sangat menyenangkan bila lingkungan sekitarnya bersih dan indah,” tutur Anjas.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat (20/10) dan Sabtu (21/10) tersebut dirangkai dengan sejumlah acara.
Tak cukup bersih pantai serta membuat karya mural dan graffiti, para seniman graffiti juga mempresentasikan karyanya kepada masyarakat.
Melalui aksi dan karya nyata para seniman, Anjas berharap dapat memberikan semangat kepada masyarakat untuk peduli dengan kebersihan laut.
‘’Semoga melalui aktivitas kita bisa memunculkan kesadaran warga untuk lebih cinta pada laut,” tuturnya. (sel/yud/ds)
Editor : Amin Fauzie