Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dinsos Keluhkan Minimnya Perusahaan yang Mau Menerima Penyandang Disabilitas

Andreyan (An) • Kamis, 9 November 2023 | 19:45 WIB
FOKUS: Salah satu penyandang disabilitas yang mengikuti kursus keterampilan menjahit yang diadakan oleh Dinsos P3APMD Tuban.
FOKUS: Salah satu penyandang disabilitas yang mengikuti kursus keterampilan menjahit yang diadakan oleh Dinsos P3APMD Tuban.

RADARTUBAN – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3APMD) Tuban mencatat kurang lebih 4.245 warga Tuban berstatus penyandang disabilitas.

Ribuan orang yang mengalami keterbatasan fisik itu dalam binaan Dinsos P3APMD Tuban.

Namun, dari empat ribu lebih penyandang disabilitas tersebut, hanya sebagian kecil yang memiliki keahlian.

Kepala Dinsos P3APMD Tuban Sugeng Purnomo mengungkapkan, sepanjang 2023 ini hanya 15-20 orang saja yang konsisten ikut pelatihan keterampilan kerja.

‘’Dari yang ikut keterampilan, ada 15 penyandang disabilitas yang bisa menjahit dan dua memiliki keterampilan servis elektronik,’’ kata Sugeng—saspaan akrabnya.

Disampaikan Sugeng, sejauh ini, instansi hanya menyediakan pelatihan menjahit. Jika ada penyandang disabilitas yang memiliki bakat keahlian lain diarahkan ke unit pelayanan teknis (UPT) luar Tuban.

‘’Seperti dua disabilitas yang memiliki keterampilan servis elektronik, kami arahkan ke UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Rungu Wicara di Pasuruan, karena di sana punya keterampilan servis elektronik,’’ ujarnya.

Diakui mantan Camat Kerek itu, sedikitnya kegiatan pelatihan yang digelar instansinya tersebut karena minimnya anggaran yang diterima.

‘’Kami hanya mendata yang mau ikut pelatihan. Jika tahun ini banyak yang antusias, maka di tahun depan akan kami anggarkan dalam jumlah banyak,’’ ujar alumni Universitas Gajah Mada itu.

Lebih lanjut dia menyampaikan, masalah utama yang sering terjadi dari pihak penderita disabilitas, yakni tidak mendapat izin dari keluarga untuk mengikuti kursus keterampilan.

Selain itu, dari pihakpenderitajuga kadang menolak untuk dibina.

‘’Kadang ada yang sudah kami masukan data, tapi hari H malah menolak untuk ikut,’’ terang dia.

Sugeng juga mengeluhkan minimnya perusahaan yang mewadahi para penyandang disabilitas untuk bekerja seperti orang normal pada umumnya.

Alhasil, kebanyakan dari mereka yang punya keahlian akan diarahkan untuk membuka usaha sendiri.

‘’Kami juga berusaha mencari perusahaan yang mau memberi tempat mereka untuk bekerja,’’ pungkasnya. (an/tok)

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #Dinsos P3APMD #disabilitas