RADARTUBAN – Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengaku masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait problem kesehatan di Tuban.
Salah satunya terkait universal health coverage (UHC). Yaitu sistem jaminan kesehatan yang memastikan seluruh warga Tuban memiliki akses yang adil dan bermutu bagi pelayanan kesehatan.
Mas Lindra, sapaan akrabnya mengungkapkan, dirinya ingin seluruh masyarakat Tuban memiliki jaminan kesehatan sampai di tingkat paling bawah.
Ketika kunjungan ke desa-desa, dirinya mendapati banyak orang yang sudah memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
‘’Tapi banyak dari mereka yang belum memanfaatkan BPJS tersebut untuk berangkat ke puskesmas atau rumah sakit,” ujarnya pada peringatan Hari Kesehatan Nasional di GO Rangga Jaya Anoraga Tuban, Jumat (24/11).
Dia mengatakan, tidak berangkatnya sejumlah warga ke fasilitas kesehatan (faskes) tersebut karena jaraknya yang tidak terjangkau. Terlebih, pada 2022 baru sekitar 33 puskesmas yang berdiri di sejumlah kecamatan. Jaraknya pun berjauhan.
Dengan pertimbangan tersebut, dia menambah dua puskesmas baru untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
‘’Namun, permasalahan tersebut ternyata belum selesai,” tutur mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu.
Setelah mendalami lebih lanjut, kata Mas Lindra, ternyata masyarakat terkendala transportasi untuk berangkat dari rumah ke faskes.
Paramedis pun, kata dia, menghadapi problem yang sama terkait minimnya fasilitas transportasi.
‘’Oleh karena itu pemerintah selalu mendorong kepala desa untuk memiliki ambulans di setiap desanya,” ujarnya.
Untuk memenuhi sarana mobilitas masyarakat dalam mendapat layanan kesehatan, kata Mas Lindra, pemkab menyerahkan lima ambulans bagi Puskesmas Temandang, Puskesmas Sumurgung, Puskesmas Compreng, Puskesmas Grabagan, dan Puskesmas Ponco. Hal itu untuk memenuhi sarana prasarana kebutuhan masyarakat.
Dia berpesan agar ambulans tidak sekadar terparkir di puskesmas, namun stand by di daerah yang rawan gangguan kesehatan.
‘’Dengan harapan mereka (masyarakat, Red) cepat dan mudah mendapat akses pelayanan kesehatan,” tandasnya. (sel/ds)
Editor : Amin Fauzie