Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Prediksi Cuaca Sering Meleset, Akun Sosial Media BMKG Tuban Dibanjiri Keluhan Netizen

Aimatul Fauziyah • Senin, 4 Desember 2023 | 18:21 WIB
AKAN HUJAN: Langit Tuban yang Minggu sore (3/12) tampak mendung, tapi tidak hujan.
AKAN HUJAN: Langit Tuban yang Minggu sore (3/12) tampak mendung, tapi tidak hujan.

TUBAN – Prakiraan cuaca di akun sosial media Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah sepatutnya menjadi rujukan masyarakat. Namun, seringkali prakiraan yang dipublis di sosial media tersebut tidak sesuai.

Keluhan prediksi cuaca yang seringkali tidak akurat itu disampaikan masyarakat melalui kolom komentar akun sosial media BMKG Tuban.

Akun denyprasetyo20, misalnya. Di kolom komentar, dia menulis “Prakiraan tinggal prakiraan, keakuratannya gimana gitu,” tulisnya.

Keluhan tidak jauh beda juga sampaikan akun anto.syeker, “sudah dua hari ini, prakiraan melenceng, Kerek dan sekitarnya masih panas,” tulisnya di kolom komentar.

Akun lain, nursalam_96 me nulis, “prakiraannya hujan deras tapi malah panas sekali”.

Tangkapan layar sejumlah warganet memberikan komentar di akun sosial media BMKG.
Tangkapan layar sejumlah warganet memberikan komentar di akun sosial media BMKG.

Dan masih banyak akun lain yang juga mengungkapkan keluhannya dengan narasi
yang tidak jauh beda.

Dikonfirmasi ihwal keluhan masyarakat tersebut, Kepala BMKG Tuban Zem Irianto Padama tidak menampik bahwa info prakiraan cuaca yang di-publish di akun BMKG Tuban itu kadang kala tidak sesuai dengan hasil prediksi.

‘’Hal ini memang sering terjadi, terutama pada masa-masa peralihan, karena perubahan cuacanya sangat dinamis dan signifikan sekali,’’ ujarnya membenarkan.

Pada November atau pada peralihan musim seperti sekarang ini, misalnya, terang Zem—sapaan akrabnya, hasil verifikasi prakiraan cuaca sering berubah. Sehingga tingkat akurasinya hanya 57 persen.

‘’Misal, prakiraan cuaca hujan petir pukul sepuluh pagi, ternyata kejadiannya pukul tujuh pagi, atau kadang malah pukul dua siang,’’ ujarnya.

Artinya, lanjut mantan Kepala Seksi Observarsi BMKG Juanda tersebut, kesalahan informasi prakiraan cuaca yang disampaikan di akun sosial media BMKG sebenarnya hanya soal waktu.

Dan salah satu penyebabnya, karena wilayah Kabupaten Tuban sangat luas. Sehingga para for caster hanya mengambil tiga master point dan mengambil data dominannya saja.

‘’Tahun depan akan ada update untuk model tools yang digunakan untuk pembuatan prakiraan cuaca bernama MFY generasi baru, sehingga prakiraannya sudah berbasis titik sehingga lebih akurat,’’ paparnya.

Pria kelahiran 1972 ini menambahkan, karena wilayah Kabupaten Tuban cukup luas, sehingga tidak serta merta seluruh wilayah mengalami femomena cuaca yang sama.

‘’Contohnya, di wilayah Tuban diprakirakan akan hujan lebat disertai petir dan angin kencang, namun tidak semua kecamatan akan mengalaminya. Misal di Tuban sudah hujan lebat, namun di Jenu cuacanya hanya berawan tebal saja,’’ jelasnya.

Dia menjelaskan, hal ini bisa terjadi karena ada beberapa faktor yang memengaruhi. Di antaranya, faktor cuaca yang sifatnya dapat berubah sewaktu-waktu. Kemudian, faktor awan hujan yang masuk dari arah timur ke barat yang terberai sebelum sampai ke wilayah Tuban barat, sehingga angin dan kadar air hujannya sudah habis. (zia/tok)

Editor : Amin Fauzie
#Keluhan Netizen #sosial media BMKG Tuban #prediksi cuaca