RADARTUBAN – Seakan sia-sia upaya masyarakat yang menangkap sendiri komplotan gangster di Alun-alun Tuban, Minggu (7/1) dini hari.
Bagaimana tidak, begitu diserahkan Polres Tuban untuk diperiksa, kedelapan bocah itu untuk sementara waktu dikembalikan kepada orang tua masing-masing.
Saat dikonfirmasi awak media, Satreskrim Polres Tuban belum mau membeberkan identitas dari kedelapan remaja yang sempat meresahkan warga beberapa hari lalu itu.
Kasatreskrim Polres Tuban AKP Riyanto menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih merahasiakan identitas ataupun inisial dari kedelapan remaja terduga gangster tersebut.
Alasannya, untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
‘’Dalam waktu dekat, kami akan memanggil kedelapan terduga gangster bersama para pendamping,” ujar dia.
Mantan Kapolsek Jenu itu menambahkan, alasan kedelapan remaja yang diduga komplotan gangster itu dipulangkan karena masih berusia di bawah umur.
Selain itu, statusnya masih pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Lamongan.
‘’Perlu adanya pendampingan dari orang tua saat pemeriksaan nanti,’’ imbuhnya.
Lebih lanjut mantan Kaurbinops Satreskrim Polres Tuban ini menjelaskan, dari delapan bocah anggota Geng Yuyu itu, empat diantaranya membawa senjata tajam (sajam) berupa sabit, pisau dan gear motor.
Keempat pelajar yang terbukti membawa sajam tersebut akan ditindaklanjuti sesuai SOP penanganan kasus PPA atau Anak Bersangkutan Hukum (ABH).
Sementara empat sisanya yang turut terlibat juga akan diproses sebagaimana prosedur yang berlaku.
Apakah ada keterkaitan hubungan terhadap gerombolan gangster yang menyerang warung kopi di Semanding pada akhir bulan lalu? Riyanto belum menyimpulkan.
Dia mengatakan, kedua kejadian tersebut masih didalami sekaligus mengumpulkan data dan fakta terbaru.
‘’Jika ada keterkaitannya maka akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
Menyikapi terkait adanya fenomena gangster yang marak dan tak kunjung diberantas, Riyanto menegaskan akan melakukan patroli lebih intens.
Serta akan mengerahkan personelnya untuk melakukan pengamanan terutama di area perbatasan dan area kawasan kota Tuban.
‘’Para gerombolan gangster rata-rata datangnya dari luar Tuban,” ungkap dia.
Riyanto juga menambahkan, untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, anggota Satreskrim Polres Tuban dikerahkan lebih banyak untuk melaksanakan kegiatan patroli di daerah rawan pada jam 9 malam ke atas.
‘’Masyarakat tidak perlu khawatir untuk keluar malam,’’ tandasnya. (an/yud)
Editor : Amin Fauzie