Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Demo 279 Pekerja Macetkan Pantura, Desak PT DIO Penuhi Tiga Tuntutan, Salah Satunya Bayar Kekurangan Gaji

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 16 Januari 2024 | 20:40 WIB
MENUNTUT: Pekerja PT DIO saat melakukan aksi di depan kantor untuk meminta pembayaran, Senin (15/1).
MENUNTUT: Pekerja PT DIO saat melakukan aksi di depan kantor untuk meminta pembayaran, Senin (15/1).

RADARTUBAN – Pekerja PT. Delta Indratama Orion (DIO) seakan sudah kehabisan kesabaran. Bagaimana tidak, kekurangan gaji dan uang makan tak kunjung dibayarkan.

Senin (15/1) ratusan pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban mendatangi kantor PT DIO yang berada di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu.

Akibatnya dari banyaknya massa aksi demo yang mendatangi kantor PT DIO membuat jalur pantura terganggu.

Selama melakukan aksi demo, pekerja menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki dari Desa Temandang, Kecamatan Merakurak menuju pertigaan Sumberarum, Kecamatan Kerek.

Dilanjutkan di pertigaan Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo lalu menuju ke kantor PT DIO dengan melewati jalur pantura.

Dalam aksi ini pekerja membawa spanduk berisikan tuntutan yang meminta agar kekurangan gaji dan uang makan untuk dibayarkan.

Ketua FSPMI Tuban Duraji mengatakan, aksi ini karena merasa tak kunjung adanya kepastian dari PT DIO untuk membayar hak 279 pekerja yang sudah selesai kontrak pada akhir 2023 lalu.

Sebab masih ada kekurangan gaji, uang makan belum dibayar, dan pembayaran jaminan sosial dan BPJS ketenagakerjaan yang masih menunggak.

Tak hanya itu, juga belum ada kepastian uang pesangon akhir kontrak untuk pekerja.

‘’Karena sampai saat ini hak kami belum terpenuhi makanya kami penuntut agar PT DIO segera membayarkan,’’ ujarnya.

Padahal sebelumnya PT DIO sudah menjanjikan membayar atas kekurangan dan tunggakan itu pada 10 Januari lalu, tetapi ternyata janji tinggal janji.

Kekurangan bayar itu tak kunjung ada kejelasan. Sehingga jalan satu-satunya mendatangi kantor PT DIO.

Kemudian pada aksi itu menurut aktivis dari Kecamatan Merakurak ini, setelah melakukan orasi pihak PT DIO menemui pekerja dan selanjutnya siap untuk menindak lanjuti dari tiga tuntutan pekerja.

‘’Hasilnya pihak PT DIO siap membayarkan kekurangan gaji, uang makan, pembayaran tunggakan jaminan sosial dan BPJS Ketenagakerjaan hari ini (Senin (15/1), Red),’’ ujarnya.

Hanya saja untuk satu tuntutan yakni pemberian uang pesangon untuk berakhirnya kontrak belum diberikan kepastian.

‘’Mereka belum bisa memastikan hari ini,’’ bebernya.

Untuk itu pihaknya bersama pekerja akan mengawal hingga PT DIO membayarkan pesangon tersebut.

Terpisah, Direktur PT DIO Daryanto mengatakan, bahwa saat ini kondisi keuangan perusahaannya sedang memburuk, karena selama bekerja sama dengan IK SG mengalami kerugian yang cukup besar, dalam setahun terakhir kerugian hingga Rp 5 miliar.

‘’Selama PT DIO memegang pekerjaan IKSG, kinerja teman-teman metal tidak maksimal. Hal itu yang menyebabkan PT DIO merugi, karena antara borongan dengan kinerja tidak seimbang,’’ bebernya.

Menurutnya, selama ini kontrak PT DIO dengan IKSG menggunakan sistem borongan.

Sementara kontrak PT DIO ke karyawan sistemnya perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Sehingga ketika karyawan PT DIO tidak kerja maka tidak ada pembayaran dari IKSG.

‘’Sedangkan jika karyawan tidak ada kerjaan, PT DIO harus tetap memberi gaji, disinilah ketidakberimbangannya,’’ imbuhnya.

Meski begitu pihaknya memastikan semua tuntutan dari buruh metal sudah dipenuhi. Hanya saja, ada beberapa yang belum karena kondisi perusahaan masih merugi.

‘’Gaji sudah kami bayarkan tinggal kekurangan sedikit saja,’’ ujarnya. (fud/yud)

Editor : Amin Fauzie
#jalur pantura #desa socorejo kecamatan Jenu #PT Delta Indratama Orion #gaji dan uang makan #PT DIO #demo #buruh #fspmi