RADARTUBAN – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban mengimbau masyarakat Tuban untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap persebaran demam berdarah dengue (DBD).
Itu menyusul meningkatnya jumlah kasus DBD seiring memasuki musim penghujan dalam sebulan terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Tuban Syahrul Afifa Ratna Sari menyampaikan, berdasar data yang diterima dari masing-masing puskesmas, total sudah tercatat 22 kasus DBD.
Itu artinya, rata-rata saban hari ada satu pasien yang terjangkit gigitan nyamuk aedes aigypti.
‘’Sejak memasuki penghujan ini ada peningkatan. Untuk itu, kami imbau untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Ratna menuturkan, penyakit yang menular melalui gigitan nyamuk ini tidak mengenal usia. Hanya saja, terang dia, usia anak-anak paling rentan terjangkit.
‘’Rata-rata memang anak-anak antara usia 4-12 tahun, tapi ada juga yang dewasa,’’ ujar.
Termasuk 22 pasien yang dilaporkan tersebut, sebagian ada yang usia dewasa.
Karena itu, lanjut Ratna, para orang tua harus lebih intensif dalam mengawasi aktivitas keseharian anak.
‘’Minimal menjauhkan anak-anak dari tempat bermain yang menjadi sarang nyamuk,’’ katanya.
Ratna menjabarkan, di antara tempat yang biasanya menjadi sarang nyamuk aedes aigypti, yakni bak kamar mandi, tempat penampungan air, dan barang-barang bekas yang digenangi air.
‘’Nyamuk demam berdarah ini cenderung suka dengan genangan air dan tempat yang cenderung lembab,’’ imbuhnya.
Disampaikan Ratna, seseorang yang terjangkit DBD tidak bisa dibiarkan lama tanpa penanganan.
Sebab, jika sedikit saja telat bisa berakibat fatal—bisa mengakibatkan kesulitan bernapas hingga pendarahan di hidung dan gusi.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengenali gejalanya. Di antaranya, merasakan demam dan sakit kepala pada pekan pertama, nyeri sendi, mual hingga diare.
‘’Penanganan awalnya cukup dengan meminum obat penurun panas dan minum- minuman yang mengandung elektrolit,’’ terangnya.
Meski jumlah DBD mulai meningkat, namun hingga saat ini belum ada kegiatan fogging yang dilakukan Dinkes-P2KB Tuban.
Menurut Ratna, pencegahan yang paling efektif adalah memberantas sarang dan menjaga kebersihan.
‘’Dibanding fogging, memberantas sarang nyamuk adalah cara yang paling efektif,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Amin Fauzie