RADARTUBAN - Seiring kasus DBD yang mulai merebak, Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban mulai siaga dengan menjaga stok darah di laboratorium.
Humas UDD PMI Tuban Sarju Efendi menyampaikan, sejauh ini stok darah di laboratorium masih relatif aman.
‘’Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada peningkatan permintaan kantong darah dari beberapa rumah sakit. Meski begitu, stok darah akan terus kami upayakan agar tetap aman,’’ kata Sarju kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan dia, normalnya, penderita DBD memerlukan tambahan trombosit darah kurang lebih satu sampai kantong.
Namun bisa mencapai empat kantong jika kondisinya kronis.
‘’Karena itu, kami akan berjaga-jaga jika tiba-tiba ada permintaan yang melonjak,’’ ujarnya.
Sarju menyampaikan, UDD PMI Tuban selalu menargetkan 150 kantong darah per hari.
Untuk memenuhi kebutuhan per hari tersebut, PMI rutin melakukan jemput bola.
‘’Biasanya kerja sama dengan sekolah-sekolah, instansi, dan perusahaan,’’ katanya.
Untuk saat ini, terang Sarju, PMI sudah memiliki pendonor bulanan sekitar 600 orang.
Mereka inilah yang saban bulan datang ke kantor PMI untuk mendonorkan darahnya.
‘’Meski rutin donor, tapi kami selalu menerapkan prosedur pemeriksaan kesehatan sebelum dilakukan donor. Itu untuk menjaga kualitas darah dan menghindari adanya sel penyakit yang muncul,’’ tandas alumni Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya itu. (an/tok)
Editor : Amin Fauzie