RADARTUBAN – Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) 2024 lebih kurang masih lima bulan lagi. Namun, skema pemberangkatan mulai disiapkan dari sekarang.
Rencananya, jemaah haji akan diberangkatkan dari masing-masing kecamatan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, yang terpusat di Kompi Senapan C 521 dan Alun-Alun Tuban.
Praktis, tidak ada lagi momen kerumunan dan berdesak-desakan saat mengantar dan menjemput keluarga atau kerabat yang berhaji, seperti saat masih tersentral di Kompi Senapan C 521 dan Alun-Alun Tuban.
Perubahan skema pemberangkatan dan penjemputan jemaah haji itu disampaikan oleh Kabag Pemerintahan dan Kesra Setda Tuban Joko Purnomo.
Disampaikan dia, perubahan skema ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu. Dan tahun ini akan direalisasikan.
Tujuannya, untuk memudahkan jemaah yang rumahnya jauh dari kota.
‘’Hanya saja, belum ada pembicaraan antara Pemkab dan Kemenag Tuban,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Meski pemberangkatan CJH masih cukup lama, namun rapat bersama dengan Kemenag akan dilakukan dalam waktu dekat.
‘’Rapat ini, nanti untuk memutuskan: apakah (pemberangkatan, Red) jadi dipusatkan di kecamatan atau tidak,’’ ujarnya.
Disampaikan Joko, ada beberapa hal yang dipertimbangkan dalam skema pemberangkatan baru ini.
Di antaranya, kesiapan panitia kecamatan, kesiapan masing-masing kantor urusan agama (KUA), dan kesiapan personelnya. Sebab, KUA tidak banyak memiliki staf.
‘’Bagaimana jika nanti harus mengurusi jemaah yang lebih dari dua bus, apakah bisa menangani atau tidak,’’ bebernya.
Syahdan, yang juga harus diperhatikan adalah keamanan: apakah di-handle polres atau polsek.
Juga terkait lahan yang akan dijadikan lokasi pemberangkatan dan pemulangan.
‘’Sejauh ini, yang memiliki lahan representatif baru Kecamatan Jatirogo,’’ jelasnya.
Terkait anggaran, mantan Sekcam Widang ini menyampaikan bahwa tidak ada penambahan anggaran.
Baik pemberangkatan terpusat di kota maupun di masing-masing kecamatan, anggarannya tetap sama.
‘’Anggaran yang kami sediakan masih sama seperti tahun sebelumnya, Rp 750 juta itu,’’ tutupnya. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie