RADARTUBAN - hujan lebat dalam beberapa hari terakhir ini mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak.
Minggu (4/2), sebagian bangunan Jembatan Silir, penghubung Desa Dikir-Plajan, Kecamatan Tambakboyo ambruk.
Kondisi itu membuat akses antar desa terputus. Sebab, jembatan tersebut merupakan jalur utama penghubung antar desa dan kecamatan.
Sementara jalur alternatif harus memutar hingga puluhan kilometer.
Sugiono, warga Dusun Silir, Desa Dikir, menuturkan, ambruknya jembatan disebabkan struktur penahan terkikis akibat derasnya kiriman air hujan dari wilayah perbukitan.
‘’Semula hanya retak, tapi lama-lama akhirnya ambrol,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Karena kondisi jembatan putus, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda dua maupun empat.
Untuk sementara ini, agar bisa dilewati pejalan kaki, warga gotong royong memasang batang glugu.
‘’Kalau sepeda ontel masih bisa dituntun, tapi kalau sepeda motor cukup bahaya,’’ katanya.
Lebih lanjut, pria 37 tahun itu menuturkan, kondisi jembatan yang dibangun sekitar 20 tahun silam, itu memang sudah waktunya untuk diperbaiki total.
Struktur penyangga jembatan sudah tergerus cukup dalam.
‘’Pada 2021 lalu sudah diperbaiki, tapi hanya sebagian, dan sekarang putus total,’’ jelasnya.
Terpisah, Camat Tambakboyo Ari Wibowo Waspodo mengaku sudah meninjau lokasi jembatan yang terputus tersebut.
Disampaikan dia, kondisinya memang tidak bisa dilintas kendaraan, baik roda empat maupun dua.
‘’Meski sudah dipasangi glugu, kami mengimbau warga agar tidak memaksakan melintas menggunakan kendaraan, kondisinya bahaya,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, Ari—sapaan akrab camat—menyampaikan, dampak bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan jembatan terputus itu sudah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Tuban.
Namun, kapan akan dilakukan perbaikan, belum dapat dipastikan.
‘’Semoga segera ada perbaikan agar akses antardesa bisa kembali normal,’’ harapannya. (an/tok)
Editor : Amin Fauzie