Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lokasi TPS yang Berada di Jalur Bengawan Solo Berikut Ini Berpotensi Terdampak Luapan Banjir

Aimatul Fauziyah • Senin, 12 Februari 2024 | 21:30 WIB
Ilustrasi tempat pemungutan suara
Ilustrasi tempat pemungutan suara

RADARTUBAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban  memperdiksi bawah puncak musim penghujan dengan intensitas hujan lebat akan berlangsung pada Februari ini.

Artinya, hari H pelaksanaan Pemilu 2024 berpotensi diguyur hujan lebat hingga dampak bencana hidrometeorologi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban Fatkul Iksan membenarkan ihwal potensi hujan lebat saat pelaksanaan coblosan 14 Februari nanti.

Karena itu, pihaknya telah melakukan antisipasi, khususnya mitigasi terkait bencana.

Dan, di antara wilayah yang paling berpotensi alami bencana hidrometeorologi adalah desa-desa di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo.

‘’Di antara desa yang berpotensi (terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Solo, Red), yakni sebagian desa di Kecamatan Widang, Plumpang, Rengel, Soko, dan Parengan,’’ ujarnya.

Selain itu, juga sebagian desa di Kecamatan Senori.

Diakui Fatkul, potensi hujan lebat hingga bencana dampak hidrometeorologi itu sudah menjadi atensi lembaganya. Karena itu, sejumlah langkah antisipasi sudah disiapkan.

‘’Hal itu (pemetaan daerah rawan bencana, Red) sudah menjadi perhatian utama kami, agar pemilu berjalan lancar dan aman,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, pihaknya sudah menginstruksikan ke setiap petugas pemungutan suara (PPS) dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) agar lokasi TPS dipastikan aman dari banjir dan hujan.

‘’Sudah kami intruksikan awal waktu,’’ tuturnya.

Disinggung terkait penggunaan tenda atau gedung, disampaikan komisioner dua periode itu, keputusan itu diserahkan masing-masing KPPS.

‘’Kita bebaskan menggunakan tenda atau gedung, yang penting sudah dipastikan kalau aman,’’ tandasnya.

Fatkul menambahkan, lokasi TPS yang berada di daerah rawan bencana sudah ditetapkan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak keamanan setempat.

Artinya, TPS sudah dipastikan aman, termasuk opsi-opsi jika terjadi hal-hal tidak diinginkan.

‘’Jika nanti ada banjir atau hujan, dipastikan lokasi TPS berada di tempat yang aman. Kalau ternyata kondisinya cukup parah, sudah ditentukan harus geser ke lokasi mana yang tempatnya tidak jauh,’’ jelasnya. (zia/tok)

Editor : Amin Fauzie
#banjir #musim penghujan #BMKG Tuban #Bengawan Solo #tps