Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dondi, Wasit Voli Internasional asal Tuban Ternyata Dulunya Seorang Ballboys

Aimatul Fauziyah • Sabtu, 17 Februari 2024 | 14:00 WIB

TOTALITAS: Dondi, wasit voli internasional asal Tuban saat menjadi pengadil pertandingan.
TOTALITAS: Dondi, wasit voli internasional asal Tuban saat menjadi pengadil pertandingan.

Saat kuliah, Dondi Satriyo Wahono, 50, sering mendapat tugas menjadi pemungut bola atau ballboys. Seringnya turun ke lapangan voli, membuatnya mulai tertarik menjadi wasit. Rutinitasnya itu ditelateni hingga membawanya menjelajah ke sebagian besar negara di Asia Tenggara.

PROFESI utamanya bukanlah wasit. Melainkan pengajar guru PJOK (pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatna) di SMPN 1 Tuban.

Namun siapa sangka guru satu ini telah menginjakkan kakinya di Malaysia, Singapura, Myanmar dan Filipina.

Bukan untuk traveling, tapi menjadi wasit berbagai kejuaraan bola boli.

Dari enam wasit internasional yang dimiliki oleh Indonesia, dua diantaranya dari Jawa Timur. Salah satunya adalah Dondi.

Siapa pun sepakat bahwa untuk mendapat predikat sebagai wasit internasional tidaklah mudah.

‘’Melalui banyak perjuangan, diantaranya harus menyiapkan tes, kemampuan, dan segala administrasi,” ujarnya.

Pendidik yang tinggal di Perumnas Tasikmadu ini menceritakan, awal mula terjun ke dunia wasit bermu la saat dirinya menjadi ballboys pertandingan voli.

Ketika itu dia mengaku terpukau melihat wasit memimpin jalannya pertandingan.

Hal tersebut memantik ketertarikannya untuk menjadi pengadil lapangan.

Ketekunannya itu membawanya menjadi wasit yang kini sudah berlisensi internasional.

Putra ke empat dari pasangan Imam Supardi dan Alm Sumariyatin ini mengatakan, dirinya memulai karir wasitnya diawali dengan menjadi wasit berlisensi lokal yang didapatkan dari diklat yang diselenggarakan PBVSI Pengprov Jatim pada 1992 di Lumajang.

‘’Selanjutnya saya meningkatkan kemampuan dengan mengikuti diklat perwasitan di Kabupaten Jember 1994,” jelas dia.

Namun sayangnya pada saat itu Dondi belum bisa totalitas karena disibukkan dengan tugas akhir kuliah di IKIP Surabaya.

Dondi mengaku sempat mengabaikan kesempatan untuk menjadi wasit nasional demi gelar sarjana.

Keinginan kuatnya menjadi wasit nasional kembali muncul tahun 2000.

Dondi berhasil mencapai wasit lisensi tingkat nasional dengan mengikuti diklat di Bandung.

Sepuluh tahun menjadi wasit nasional, selanjutnya pada 2010 Dondi mulai memberanikan diri untuk mengikuti tes wasit internasional.

Setelah melalui beberapa tahap seleksi administrasi dan tes pada Oktober 2013, Dondi mendapatkan kesempatan mengikuti IRCC (International Referee Candidate Course for Volley Ball).

‘’Sebuah pelatihan kandidat wasit internasional yang diselenggarakan di Sentul, Bogor dengan 17 wasit dari berbagai negara,’’ kenang dia.

Tahun 2016, lulusan SMAN 1 Tuban ini baru mendapat predikat sebagai wasit internasional.

Itu setelah FIVB menurunkan sertifikat International Referee melalui penugasan dalam event The 19th Asian Men’s Club Volleyball Championship yang diselenggarakan di Nay Pyi Taw-Myanmar.

Sudah tidak terhitung event yang sudah dipimpin oleh Dondi. Baik event tingkat provinsi, nasional dan internasional.

Sejumlah negara yang pernah menggunakan jasanya sebagai pengadil lapangan antara lain Malaysia, Singapura, Myanmar dan Filipina.

Dondi selalu berharap ada wasit atau generasi selanjutnya dari Kabupaten Tuban yang dapat mengikuti jejaknya sebagai wasit internasional.

‘’Saya selalu bersedia memberi informasi atau bimbingan,” tegas dia. (zia/yud)

Editor : Amin Fauzie
#Dondi Satriyo Wahono #wasit voli internasional #pbvsi #ballboys