RADARTUBAN - Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) incumbent DPRD Tuban diprediksi tumbang.
Merujuk hasil hitung cepat di laman https://pe milu2024.kpu.go.id, dari 46 anggota DPRD Tuban periode 2019-2024 yang kembali maju menjadi calon anggota legislatif (caleg), sebanyak 17 di antaranya berpotensi gagal terpilih lagi.
Potensi tumbangnya caleg incumbent itu merata di setiap daerah pemilihan (dapil).
Di dapil 1, misalnya. Berdasar penghitungan sementara Jawa Pos Radar Tuban menggunakan metode sainte lague, ada enam nama caleg petahana yang berpotensi gagal.
Yakni, Rasmani (Nasdem), Bambang Sumargo (Gerindra), Achmad Chamim (PKB), Dody Fakhru ddin (PKB), Adnan Kohar (PDIP), dan Mar’atun Solikhah (Demokrat).
Keenam caleg yang berpotensi gagal tersebut, rata-rata tergolong politisi senior.
Praktis, dari 11 kursi yang tersedia, hanya lima incumbent yang mampu bertahan.
Begitu juga di dapil 2, tiga nama caleg senior juga berpotensi tergusur, yakni Rofi ’uddin (PKB), Cipto (Golkar), dan Hartomo.
Hanya saja, hingga tadi malam, nama Rofi’uddin masih dalam “ambang batas” antara terpilih lagi dan gagal.
Dia bersaing ketat dengan Mashadi dari PAN. Sebab, rekapitulasi suara dari setiap TPS masih terus bergerak.
Sementara itu, di dapil tiga ada empat nama incumbent yang berpotensi gagal, yakni Mujari (PKB), Imam Mustakim (PAN), Mokhamad Musa (Hanura), dan Muhammad Mu’tashim Billah (Demokrat).
Namun, seperti halnya di dapil 2, data rekapitulasi suara di dapil 3 juga masih terus bergerak.
Bahkan, jumlah caleg incumbent yang gagal juga berpotensi tambah.
Lain dapil 2 dan 3, potensi tumbangnya caleg incumbent di dapil 4 mendekati final.
Itu menyusul suara yang masuk sekitar 95 persen. Artinya, kecil kemungkinan ada perubahan signifikan. Caleg incumbent yang berpotensi gagal di dapil 4 adalah Syafi’uddin (PKB).
Pun di dapil 5, suara yang masuk sudah 95 persen lebih. Artinya, perolehan suara sudah stabil.
Di dapil terakhir ini, muncul tiga nama caleg incumbent yang berpotensi gagal, yakni Mutafaridah (PKB), Elis Yuanita Dewi (Gerindra), dan Mukaffi Makki (PBB).
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Sekretaris DPC Partai Gerindra Tuban Lutfi Firman syah tidak menampik terkait potensi tumbangnya caleg incumbent dari partainya di dapil 5 tersebut.
Namun demikian, terang dia, masih ada pengganti caleg baru yang terpilih di dapil sama.
Hanya saja, terang dia, pada Pileg 2024 ini Partai Gerindra berpotensi kehilangan satu kursi dari sebelumnya mendapat lima kursi.
Kursi yang berpotensi melayang itu berasal dari dapil 4.
‘’Hilangnya kursi di dapil 4 ini karena caleg baru pengganti Gus Aan (panggilan akrab R.M. Ansakul Balaya Mangkunegara) yang maju di DPRD provinsi tidak bisa mendapatkan suara signifikan,’’ ujarnya.
Dengan hasil sementara itu, lanjut Lutfi, pileg tahun ini akan menjadi bahan evaluasi partainya agar mendapat hasil maksimal.
‘’Ke depan, soal kaderisasi inilah yang akan kami masifkan agar saat ada caleg kabupaten naik ikut kontestasi tingkat provinsi atau RI, bisa ada pengganti yang setara,’’ ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Tuban Imam Sutiyono terkait dua caleg incumbent dari partainya yang gagal lolos, sehingga partainya hanya mendapat tiga kursi.
Imam—sapaan akrabnya—memilih no comment. Begitu juga Ketua DPC Partai Hanura Tuban Mokhamad Musa dan Ketua DPC PBB Tuban Mukaffi Makki ketika dikonfirmasi terkait dirinya yang juga berpotensi gagal lolos, mereka memilih untuk tidak memberikan tanggapan. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie