RADARTUBAN - Pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) segmen dua yang tampak lancar dan menunjukkan progres cukup positif, ternyata menyisakan problem pelik.
Salah satu supplier bahan baku material mengaku tidak dibayar oleh PT Restu Mulia Cipta Mandiri, selaku kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.
Hamim, salah satu supplier bahan baku asal Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak yang selama ini diminta untuk menyuplai kebutuhan urugan pedel, batu belah, dan pasir hitam, mengaku sudah empat bulan ini tidak dibayar.
Padahal, seluruh material yang dibutuhkan pihak kontraktor sudah digunakan.
‘’Di bulan-bulan awal (pembayarannya, Red) cukup lancar, bertambah bulan mulai telat, dan sekarang—sudah empat bulan terakhir ini sama sekali tidak ada pembayaran,’’ kata Hamim kepada Jawa Pos Radar Tuban, Senin (26/2).
Kepada wartawan koran ini, Hamim mengaku sudah berkali-kali menagih pembayaran ke pihak kontrak proyek nasional tersebut. Namun, selalu saja gagal.
Karena sudah kesal, dan tidak ada iktikad baik dari pihak kontraktor, Hamim akhirnya mengadukan kasus tersebut ke Polda Jatim.
Perihalnya, permohonan bantuan hukum dan perlindungan hukum.
‘’Ini jalan terakhir yang kami upayakan, karena sudah berkali-kali kami menagih tapi tidak ada iktikad baik dari pihak kontraktor,’’ ungkapnya.
Hamim juga sudah menghubungi banyak pihak untuk menagih haknya tersebut, namun selalu saja di pimpong.
‘’Kami sangat kecewa, mereka mempermainkan warga lokal seperti kami, padahal kami sudah percaya dengan mereka, tapi mereka mengkhianati kepercayaan kami,’’ tegasnya.
Sisa tagihan bahan baku yang tak kunjung ada kepastian tersebut, kurang lebih sekitar Rp 300 juta.
‘’Bagi kami, sebagai warga lokal, nilai Rp 300 juta-an itu sangat besar. Uang sebesar itu adalah modal kami untuk bekerja, tapi kami dipermainkan oleh kontraktor nasional yang mengerjakan proyek APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara),’’ ujarnya dengan nada kekesalan yang membuncah.
Lebih lanjut, Hamim menyampaikan, sampai kapan pun akan menuntut haknya.
‘’Ini (pembayaran material, Red) adalah hak kami, dan kami akan terus menagih hak kami,’’ tandasnya. (tok)
Editor : Amin Fauzie