RADARTUBAN – Sebagai komitmen terus melengkapi kebutuhan sarana prasarana (sarpras), Universitas Terbuka (UT) meresmikan kantor SALUT (Sentra Layanan Universitas Terbuka) Tuban.
Peresmian kantor yang terletak di Jalan Raya Tuban-Babat km 01 nomor 54 Tuban (depan gang Perumahan Tasikmadu Tuban), Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, itu dilakukan Sabtu (2/3).
Kantor SALUT Tuban ini akan difungsikan sebagai pusat layanan administrasi dan kegiatan akademik.
Agar dikenal luas masyarakat, peresmian fasilitas lembaga pendidikan negeri nasional itu dilakukan dengan jalan sehat yang diikuti ratusan warga Tuban.
Sejak pagi pukul 06.00 WIB, terlihat warga sudah padati arena bangunan di jalan raya Tuban-Babat.
Ratusan warga tersebut terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan jalan sehat sekaligus peresmian.
Turut hadir pada peresmian dan kegiatan jalan sehat Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M. BUS. PH.D; Direktur UT Surabaya Dr. Suparti, M.Pd; Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Dr. Hidayat Rahman, M.Pd; Ketua DPRD Kabupaten Tuban H. M. Miyadi; Kepala Dinas Pendidikan Tuban Abdul Rakhmat, Kepala SMA/SMK, dan guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kabupaten Tuban.
Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat dalam sambutannya mengatakan, hadirnya SALUT di Kabupaten Tuban ini menjadi momentum yang bersejarah.
Sesuai dengan prinsip UT Present, kini kampus ini hadir lebih dekat untuk melayani masyarakat dalam memberikan layanan pendidikan.
‘’Sekarang UT bisa dijangkau dengan lebih dekat oleh seluruh masyarakat yang ingin kuliah di perguruan tinggi”, ujarnya.
Didirikan oleh pemerintah, UT menjadi salah satu akses pendidikan guna memberikan kesempatan kepada siapapun untuk masuk ke perguruan tinggi.
‘’UT hadir untuk memberi pelayanan pendidikan semaksimal mungkin, jangan sampai masyarakat terpinggirkan,” tegas dia.
Dia juga menegaskan, sebagai lembaga pemerintahm UT menjadi universitas dengan biaya murah namun tidak murahan.
Calon mahasiswa hanya perlu memiliki ijazah SMA dan dengan biaya pendaftaran atau administrasi sebesar Rp 100 ribu, maka mereka sudah mampu untuk menempuh pendidikan sarjana.
Dengan begitu, pihaknya yakin mampu membantu pemerintah untuk dorong peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia), khususnya di Tuban.
“Jadi, diharapkan semua masyarakat bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas,” tegasnya.
Kepala SALUT Tuban Dr. Muhammad Anshori, S.Pd. M.M mengatakan, sebagai kota berbasis pesantren, UT memberikan fasilitas pendidikan untuk para penerus pemuka agama dengan menghadirkan jurusan Pendidikan Agama Islam.
Adanya kesempatan baru ini, kata Gus Aan sapaan akrabnya, berharap para kyai atau pemuka agama lain mampu mengenyam pendidikan universitas tanpa mengurangi pengabdian mereka di pesantren.
Menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau online.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada 241 ustaz ustazah yang berkuliah di UT”, pungkasnya.
Dengan harapan, UT bisa mendukung program satu keluarga satu sarjana.
“Hal ini merupakan bagian dari UT yang ingin menjangkau dari yang tidak terjangkau”, ujar pria kelahiran Bojonegoro ini.
Sementara itu, Abdul Rakhmat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten pada kesempatan tersebut mewakili Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, menyampaikan ucapan selamat atas peresmian Kantor SALUT di Kabupaten Tuban.
“Semoga dengan berdirinya SALUT mampu tingkatkan pelayanan masyarakat dalam rangka kependidikan ataupun proses belajar mengajar”, harap dia. (kif/yud)
Editor : Amin Fauzie