Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ugal-Ugalan, Satu Penumpang Bus Indonesia Meninggal Usai Tabrak Tronton di jalan Pantura

Andreyan (An) • Kamis, 7 Maret 2024 | 15:50 WIB
RINGSEK: Bus Indonesia setelah terlibat kecelakaan dengan truk tronton di Jalan Tuban-Bancar kilometer 17 – 18, Desa Purworejo Kecamatan Jenu, Rabu (6/3).
RINGSEK: Bus Indonesia setelah terlibat kecelakaan dengan truk tronton di Jalan Tuban-Bancar kilometer 17 – 18, Desa Purworejo Kecamatan Jenu, Rabu (6/3).

RADARTUBAN – Kebiasaan bus yang ugal-ugalan di jalan kembali menelan korban. Salah satu penumpang Bus Indojaya Utama atau Bus Indonesia meregang nyawa setelah kendaraan yang dia tumpangi mengalami kecelakaan lalu lintas dengan dua truk di Jalan Pantura, Rabu (6/3) pagi.

Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban Iptu Eko Sulistyo mengungkapkan, kejadian nahas itu terjadi di Jalan Tuban-Bancar kilometer (km) 17 – 18, Desa Purworejo Kecamatan Jenu sekitar pukul 03.56 pagi.

‘’Korban meninggal adalah Saefudin, 48, salah satu penumpang bus asal Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal,’’ jelas dia.

Petaka itu bermula saat Bus Indojaya Utama nopol L 7780 UV yang dikemudikan Agus Prasetyo asal Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus melaju dengan kecepatan tinggi.

Bus yang berpenumpang tiga orang yakni Mohammad Nur Khakim, Adi Fahrurrozi, dan Saefudin berjalan dari timur ke barat.

Petaka bermula saat bus akan mendahului truk trailer nopol B 9927F EH yang  dikemudikan Wahyu Loren Pratama asal Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang dari arah yang sama di depannya.

Saat belum sepenuhnya mendahului, bus menabrak truk tronton nopol S 9457 UK yang dikemudikan Subkhan dari arah berlawanan.

Diduga bus menyalip saat pandangan tidak bebas, membuat tabrakan tak bisa terhindar.

’’Setelah tabrakan, truk yang dikemudikan Subkhan oleng ke utara hingga menabrak pagar rumah milik warga,’’ terang Eko.

Sementara bus tersebut oleng ke selatan dan langsung disambut truk trailer yang sebelumnya hendak disalip.

Akibatnya, benturan keduanya tak terelakkan hingga membuat bus oleng ke arah kanan dan menabrak tiang listrik yang berada di bahu jalan.

‘’Bus tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah disebabkan benturan di bagian depan, samping, dan belakang,’’ jelas Eko.

Akibat dari kecelakaan tersebut, membuat empat orang harus menjalani perawatan di RSUD Dr Koesma Tuban. Tiga penumpang mengalami luka parah.

‘’Sementara satu orang penumpang bus meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit,’’ ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Grabagan ini.

Lebih lanjut dituturkan oleh Eko, kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut ditaksir sejumlah Rp 30 juta.

Listrik di sekitar lokasi juga sempat padam hingga sore.

Pasca insiden tersebut petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut.

‘’Kecelakaan tersebut murni karna kelalaian pengemudi bus saat berkendara,’’ pungkasnya. (an/yud)

Editor : Amin Fauzie
#bus indonesia #ugal-ugalan #jalan pantura #Kecelakaan