RADAR TUBAN – Aplikasi Saudi Via Bioa kembali bermasalah. Sejak dimulai perekaman biometrik Selasa (5/3) lalu, beberapa kali mengalami trouble. Sehingga banyak perekaman yang tidak selesai.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Ashabul Yamin mengaku tidak tahu penyebab trouble-nya pembuatan bio visa tersebut.
‘’Masalah dari server pusat. Jadi bukan Tuban saja, tetapi kabupaten kota lain juga mengalami masalah sama,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Yamin, pada tahap pertama ini, CJH yang bisa melakukan perekaman bio visa sebanyak 270 orang.
Sebab, dari 1.140 jemaah yang mengikuti pembuatan paspor, baru 270 jemaah yang selesai.
‘’Makanya, inilah yang selanjutnya bisa ikut membuat biometrik,’’ terang dia.
Yamin mengatakan, target pembuatan paspor tuntas pada pertengahan Ramadan nanti, Setelah itu, pembuatan bio visa.
‘’Harapan kami pertengahan Ramadan bisa selesai semua,’’ tandasnya.
Meski demikian, terang Yamin, dimungkinkan masih akan banyak kendala. Salah satunya, scan sidik jari, kemungkinan kesulitan mendeteksi. Sebab, terkadang banyak tangan yang halus, sehingga perlu waktu yang lebih banyak.
‘’Membuat bio visa itu satu orang minimal bisa setengah jam. Kalau ada masalah bisa lebih,’’ ujarnya.
Lebih lanjut, Yamin menyampaikan, perekaman dilakukan menggunakan kamera smartphone yang sudah di-instal aplikasi Saudi Visa Bio untuk melakukan pengambilan foto paspor, wajah dan 10 sidik jari tangan jemaah.
‘’Untuk mempermudah, maka kami berinisiatif dikoordinir oleh Kemenag Tuban di Seksi PHU. Apalagi, rata-rata CJH sebagian tidak terlalu familiar terhadap smartphone dan aplikasi Saudi Visa Bio ini,’’ bebernya.
Yamin juga mengakui bahwa dalam proses perekaman bio visa ini banyak kendala yang dihadapi seperti perangkat yang digunakan harus Android tertentu, sinyal provider yang lemah, dan jari tangan yang tidak sempurna. (fud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah