Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Awal Puasa Avur Meluber, Ratusan Hektare Sawah-Jalan Tergenang Banjir di Plumpang

Andreyan (An) • Senin, 11 Maret 2024 | 15:46 WIB
TERGENANG: Jalan raya Rengel–Widang yang terletak di Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang terendam banjir, Minggu (10/3).
TERGENANG: Jalan raya Rengel–Widang yang terletak di Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang terendam banjir, Minggu (10/3).

RADARTUBAN – Hujan lebat mendekati awal puasa yang mengguyur wilayah Kecamatan Plumpang dan sekitarnya pada Sabtu (9/3) lalu, menyisakan genangan hingga Minggu (10/3) sore.

Titik jalan yang masih tergenang banjir, yakni jalan raya Rengel–Widang, tepatnya turut Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang. Selain itu, juga menggenangi puluhan hektare sawah.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, banjir yang menggenang jalan ketinggian airnya rerata 10 sentimeter. Namun pada titik tertentu, ketinggiannya mencapai sekitar 40 sentimeter.

Sehingga cukup membahayakan pengguna jalan.

Tidak sedikit kendaraan yang nekat melintas, mogok di tengah jalan.

‘’Disarankan untuk pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas agar memutar melewati Desa Klotok yang mengarah ke Desa Sembungrejo atau sebaliknya,’’ kata Ansori, warga Desa Plandirejo.

Sementara itu, Yusuf, warga Desa Klotok, Kecamatan Plumpang harus tertunduk lesu melihat lahan sawah yang ditanami melon turut terendam banjir.

MERANA: Petani melon di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang berusaha keras menguras air yang menggenangi lahan yang ditanami melon.
MERANA: Petani melon di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang berusaha keras menguras air yang menggenangi lahan yang ditanami melon.

Dirinya bersama petani lain gotong-royong mengurasa air yang menggenang lahan melonnya yang baru berusia 40 hari.

‘’Banjir seperti ini merupakan fenomena rutinan di wilayah sini, kami selaku petani yang sering terdampak mau tidak mau harus menyediakan disel setiap saat untuk berjaga-jaga,’’ jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, genangan air yang merendam lahannya membuat tanaman melon yang ditanamnya terancam membusuk.

‘’Semoga segera surut agar para petani bisa merasakan panen melon,’’ ungkapnya.

Terpisah, Camat Plumpang Asep Saefiyudin mengatakan, banjir yang menggenang di area tersebut hampir terjadi setiap tahun. Pemicunya, kiriman air dari wilayah hulu tidak mampu tertampung oleh avur anak sungai di desa setempat.

Akibatnya, air meluber lalu menggenangi lahan-lahan persawahan hingga jalan.

‘’Alternatif solusinya adalah normalisasi kali avur dan penyelesaian Waduk Jabung (hilir avur di Kecamatan Widang),’’ tuturnya. (an/tok)

Editor : Amin Fauzie
#plumpang #banjir #awal puasa #jalan tergenang