RADARTUBAN – Hujan lebat mendekati awal puasa yang mengguyur wilayah Kecamatan Plumpang dan sekitarnya pada Sabtu (9/3) lalu, menyisakan genangan hingga Minggu (10/3) sore.
Titik jalan yang masih tergenang banjir, yakni jalan raya Rengel–Widang, tepatnya turut Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang. Selain itu, juga menggenangi puluhan hektare sawah.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, banjir yang menggenang jalan ketinggian airnya rerata 10 sentimeter. Namun pada titik tertentu, ketinggiannya mencapai sekitar 40 sentimeter.
Sehingga cukup membahayakan pengguna jalan.
Tidak sedikit kendaraan yang nekat melintas, mogok di tengah jalan.
‘’Disarankan untuk pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas agar memutar melewati Desa Klotok yang mengarah ke Desa Sembungrejo atau sebaliknya,’’ kata Ansori, warga Desa Plandirejo.
Sementara itu, Yusuf, warga Desa Klotok, Kecamatan Plumpang harus tertunduk lesu melihat lahan sawah yang ditanami melon turut terendam banjir.
Dirinya bersama petani lain gotong-royong mengurasa air yang menggenang lahan melonnya yang baru berusia 40 hari.
‘’Banjir seperti ini merupakan fenomena rutinan di wilayah sini, kami selaku petani yang sering terdampak mau tidak mau harus menyediakan disel setiap saat untuk berjaga-jaga,’’ jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, genangan air yang merendam lahannya membuat tanaman melon yang ditanamnya terancam membusuk.
‘’Semoga segera surut agar para petani bisa merasakan panen melon,’’ ungkapnya.
Terpisah, Camat Plumpang Asep Saefiyudin mengatakan, banjir yang menggenang di area tersebut hampir terjadi setiap tahun. Pemicunya, kiriman air dari wilayah hulu tidak mampu tertampung oleh avur anak sungai di desa setempat.
Akibatnya, air meluber lalu menggenangi lahan-lahan persawahan hingga jalan.
‘’Alternatif solusinya adalah normalisasi kali avur dan penyelesaian Waduk Jabung (hilir avur di Kecamatan Widang),’’ tuturnya. (an/tok)
Editor : Amin Fauzie