RADARTUBAN – Menikah di malam songo masih lekat dengan tradisi Islam di Jawa. Malam ke 29 Ramadan ini dipercaya membawa banyak keberkahan bagi pasangan pengantin.
Sebab itu, pengantin-pengantin yang mengajukan nikah di malam songo selalu membeludak, termasuk tahun ini.
Merujuk data Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Tuban, dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban, total sebanyak 303 calon pasangan pengantin mendaftar untuk menikah di malam songo yang jatuh pada 8 April tersebut.
‘’Dari seluruh kecamatan, pengajuan paling banyak dari Kecamatan Widang, yakni 47 calon pasangan pengantin,’’ kata Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban Mashari, Rabu (3/4).
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Rengel Kasdikin mengatakan, tingginya jumlah pasangan yang mengajukan nikah di malam songo ini karena masyarakat meyakini bahwa menikah di malam 29 Ramadan itu penuh keberkahan.
Terutama bagi pasangan terkendala dengan hitungan weton.
‘’Kepercayaan masyarakat, malam songo itu adalah hari pemutihan bagi pasangan yang tidak cocok wetonnya,’’ ujar Kasdikin kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Kasdikin, ketika pasangan pengantin yang tidak ingin mendapatkan balak dari hitungan Jawa, maka lebih memilih nikah malam songo.
Baginya, kepercayaan masyarakat terhadap malam songo di bulan Ramadan ini adalah kearifan lokal—bahwa jodoh tidak boleh dibatasi weton.
‘’Sehingga malam songo sebagai selusi perjodohan mereka,’’ ujarnya.
Konsekuensinya, penghulu di masing-masing KUA harus siap menikahkan pasangan pengantin hanya dalam waktu semalam. Sebab, ketika melebihi malam 29 Ramadan, maka sudah tidak terhitung lagi sebagai tradisi malam songo.
‘’Di Kecamatan Rengel ada 12 pasang, harus selesai dalam semalam. Sangat melelahkan, itu pasti, tapi ini sudah tradisi,’’ katanya.
Sementara itu, Kepala KUA Montong Anwar Hidayat menuturkan bahwa malam songo diyakini sebagai malam yang luar biasa.
Tradisi pernikahan pada malam songo ini diistimewakan di atas tradisi yang lain. Artinya, pernikahan tetap dilangsungkan pada malam 29 Ramadan, meski setelah dilangsungkan perhitungan tanggal weton diketahui bahwa nogo dino pada hari tersebut tidak sesuai atau tidak baik.
‘’Namun, karena hari tersebut adalah malam songo, maka pernikahan tetap dapat dilaksanakan,’’ imbuhnya. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie