RADARTUBAN – Dukungan terhadap event Festival Literasi Numerasi yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Tuban bersama Dinas Pendidikan Tuban terus mengalir.
Sejumlah perusahaan dan lembaga menyampaikan komitmen dukungannya terhadap event ini.
Dukungan sponsorship di ant aranya datang dari PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), dan Kayu Manis Resto.
Communications and Media Relations Supervisor EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy menyambut baik penyelenggaraan Festival Literasi Numerasi Radar Tuban.
Menurut dia, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen EMCL di bidang pendidikan. ’’EMCL bersama SKK Migas senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan taraf pendidikan di masyarakat,’’ tegas dia.
Selama ini EMCL selalu memberi dukungan penuh dalam pengembangan guru, pengelolaan sekolah, beasiswa, hingga infrastruktur pendidikan yang sejalan dengan prioritas pembangunan daerah di mana perusahaan tersebut beroperasi.
’’Event Festival Literasi Numerasi ini sesuai dengan komitmen kami dalam memajukan pendidikan di Tuban,’’ tuturnya.
Sementara itu, setelah lembar jawaban komputer (LJK) dari seluruh koordinator pendidikan kecamatan (Kordikcam) terkumpul, Dinas Pendidikan (Disdik) langsung melakukan koreksi.
Ditargetkan, koreksi tuntas Sabtu hari ini (27/4).
Staf Pengelolaan Pendidikan Disdik Tuban Agus Budiyanto mengatakan, proses scan atau
koreksi LJK sudah memasuki hari ketiga. Dia menjelaskan, koreksi LJK untuk kelas tiga dari semua kordikcam sudah tuntas.
’’Tinggal mengerjakan sisanya,” ujar dia.
Pria yang juga masuk dalam tim koreksi tersebut mengatakan, koreksi menggunakan dua mesin scanner milik Disdik Tuban.
Dua mesin scanner tersebut dioptimalkan tim koreksi untuk beroperasi secara bergantian dari pagi hingga malam.
‘’Tim koreksi jumlah totalnya lima orang, bertugas bergiliran,” ujarnya.
Budi sapaan akrabnya mengatakan, mesin pemindai LJK milik Disdik Tuban tersebut dulunya dioperasikan untuk scanning LJK ujian nasional (unas).
Karena itu, kecepatan dan keakurasian koreksi tak perlu diragukan.
Disampaikan Budi, ditemukan sejumlah kendala koreksi.
Seperti banyak dari siswa yang tidak mengarsir dengan jelas dan dalam satu kolom terdapat dua arsiran. Sehingga susah terbaca di scanner.
‘’Untuk yang arsiran tidak jelas harus kita arsir lagi agar terbaca,” jelas Budi.
Diakuinya kendala ini masih cukup lumayan banyak jika dibanding tahun lalu.
Kendala lain sejumlah LJK di-staples sehingga
tidak bisa terbaca sama sekali.
‘’Kendala seperti ini kami maklumi karena anak kecil yang me ngerjakan,” tuturnya.
Meski ada kendala, Budi memastikan proses koreksi LJK akan tuntas maksimal Sabtu hari ini.
Selanjutnya, Disdik akan menyampaikan hasil penilaian ke masing-masing Kordikcam untuk diteruskan ke masing-masing lembaga. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie