Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Internet Dinilai Semakin Tertutup, GrapheneOS Kritik Keras Google dan Apple

Andika Julia Perdana Putra
GrapheneOS kritik Google dan Apple karena dinilai semakin tertutup. (Androidsis/Pinterest)
GrapheneOS kritik Google dan Apple karena dinilai semakin tertutup. (Androidsis/Pinterest)

Advertisement

RADARTUBAN - Salah satu custom rom yang cukup populer, GrapheneOS menuding Google dan Apple perlahan membuat internet semakin bergantung pada perangkat dan sistem milik mereka sendiri.

Tuduhan itu disampaikan melalui utas panjang yang diunggah proyek sistem operasi berbasis Android tersebut di platform X.

Menurut GrapheneOS, fitur seperti Google Play Integrity API dan Apple App Attest memang dipromosikan sebagai sistem keamanan.

Advertisement

Tetapi, teknologi tersebut dinilai dapat membatasi kebebasan pengguna untuk memakai sistem operasi alternatif di luar Android dan iOS resmi.

GrapheneOS menjelaskan, kini semakin banyak aplikasi dan situs web yang memeriksa apakah perangkat yang digunakan termasuk “tepercaya” dan memakai perangkat lunak bersertifikasi sebelum pengguna bisa mengakses layanan tertentu.

Advertisement

Kondisi itu disebut berpotensi memberi kendali besar kepada Google dan Apple terhadap perangkat yang dapat digunakan secara normal di internet.

Salah satu sorotan utama diarahkan pada Google Play Integrity API. Sistem ini umum dipakai aplikasi Android, terutama aplikasi perbankan, untuk mendeteksi perangkat yang di-root atau menjalankan versi Android modifikasi.

Meski begitu, GrapheneOS menilai teknologi tersebut juga ikut memblokir sistem operasi alternatif yang sebenarnya aman, termasuk GrapheneOS sendiri.

Mereka bahkan menyebut sistem tersebut sebagai bentuk pembatasan terselubung yang diklaim sebagai fitur keamanan.

Tak hanya itu, GrapheneOS juga menyinggung reCAPTCHA milik Google.

Advertisement
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : androidauthority.com
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tak Ada Dokter Lulusan Google atau ChatGPT, dr. Henry Suhendra Ingatkan Risiko Diagnosis Mandiri

Tak Ada Dokter Lulusan Google atau ChatGPT, dr. Henry Suhendra Ingatkan Risiko Diagnosis Mandiri

Dokter Henry Suhendra mengingatkan masyarakat agar tidak mendiagnosis penyakit sendiri hanya berdasarkan Google dan AI.

Gemini Resmi Hadir di Windows, Bawa Fitur AI hingga Pembuatan Video

Gemini Resmi Hadir di Windows, Bawa Fitur AI hingga Pembuatan Video

Google resmi merilis aplikasi desktop Gemini untuk Windows 10 dan 11, lengkap dengan akses cepat, integrasi Gmail dan Google Drive.

Sulit Ditembus! Terungkap Alasan Android dan iOS Kuasai Pasar Smartphone Dunia

Sulit Ditembus! Terungkap Alasan Android dan iOS Kuasai Pasar Smartphone Dunia

Mengapa BlackBerry dan Windows Phone tumbang? Intip rahasia duopoli Android dan iOS serta tantangan dari HarmonyOS Huawei di sini!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer