Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sulit Ditembus! Terungkap Alasan Android dan iOS Kuasai Pasar Smartphone Dunia

V
Penulis: Vannya Alysa P❯
Persaingan sistem operasi smartphone Android dan iOS serta pupusnya ruang bagi OS alternatif. (pinterest.com)
Persaingan sistem operasi smartphone Android dan iOS serta pupusnya ruang bagi OS alternatif. (pinterest.com)

Advertisement

RADARTUBAN - Era digital yang kian modern, pilihan sistem operasi (operating system/OS) pada smartphone praktis hanya menyisakan dua nama besar: Android milik Google dan iOS ciptaan Apple.

Padahal, jika menengok ke era 1990-an hingga pertengahan 2000-an, industri telepon genggam diwarnai keberagaman sistem operasi yang saling bersaing ketat, mulai dari Symbian, BlackBerry OS, Windows CE, hingga Palm OS.

Kini, dominasi duopoli ini hampir tidak menyisakan ruang bagi OS alternatif untuk tumbuh secara global.

Advertisement

Transisi besar industri ini dimulai ketika Apple meluncurkan iPhone pada tahun 2007 yang mempopulerkan antarmuka layar sentuh, disusul dengan kehadiran toko aplikasi App Store pada tahun 2008.

Langkah ini memungkinkan pengembang pihak ketiga membuat aplikasi secara luas dan menciptakan ekosistem digital baru. Tak lama berselang, pada tahun 2008 Google merilis Android sebagai sistem operasi sumber terbuka (open source) yang bisa digunakan secara gratis oleh pabrikan mana saja.

Advertisement

Fleksibilitas tersebut membuat pengadopsian Android melonjak tajam hingga berhasil menyalip basis pengguna iOS pada Mei 2012.

Kunci utama kegagalan OS pesaing dan makin kokohnya Android serta iOS terletak pada fenomena pasar yang dikenal sebagai two-sided network effect.

Pengembang aplikasi hanya tertarik membuat perangkat lunak pada platform yang memiliki banyak pengguna. Sebaliknya, pengguna ponsel hanya akan membeli perangkat yang memiliki ketersediaan aplikasi lengkap.

Begitu Android dan iOS berhasil merebut momentum awal tersebut, platform baru hampir mustahil untuk masuk dan bersaing secara seimbang.

Guna mempertahankan dominasi, baik Apple maupun Google menerapkan strategi walled garden yang mengikat pengguna ke dalam ekosistem mereka.

Advertisement
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Google Izinkan Watermark AI Gemini Dihapus, tapi Jejak Digital Tetap Ada

Google Izinkan Watermark AI Gemini Dihapus, tapi Jejak Digital Tetap Ada

Google akan mengizinkan pengguna menghapus watermark terlihat pada konten AI Gemini. Namun, penanda digital SynthID dan metadata C2PA tetap dipertahankan.

Google Perluas Fitur Verifikasi Usia untuk Pengembang Android Secara Global

Google Perluas Fitur Verifikasi Usia untuk Pengembang Android Secara Global

Google memperluas Age Signals API secara global untuk membantu pengembang Android memverifikasi rentang usia pengguna tanpa mengakses data pribadi.

Uni Eropa Paksa Google Buka Android dan Data Penelusuran untuk Pesaing

Uni Eropa Paksa Google Buka Android dan Data Penelusuran untuk Pesaing

Uni Eropa mewajibkan Google membuka akses Android dan data Google Penelusuran bagi OpenAI, Microsoft, dan pesaing AI sesuai aturan Digital Markets Act.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer