Sulit Ditembus! Terungkap Alasan Android dan iOS Kuasai Pasar Smartphone Dunia

RADARTUBAN - Era digital yang kian modern, pilihan sistem operasi (operating system/OS) pada smartphone praktis hanya menyisakan dua nama besar: Android milik Google dan iOS ciptaan Apple.
Padahal, jika menengok ke era 1990-an hingga pertengahan 2000-an, industri telepon genggam diwarnai keberagaman sistem operasi yang saling bersaing ketat, mulai dari Symbian, BlackBerry OS, Windows CE, hingga Palm OS.
Kini, dominasi duopoli ini hampir tidak menyisakan ruang bagi OS alternatif untuk tumbuh secara global.
Transisi besar industri ini dimulai ketika Apple meluncurkan iPhone pada tahun 2007 yang mempopulerkan antarmuka layar sentuh, disusul dengan kehadiran toko aplikasi App Store pada tahun 2008.
Langkah ini memungkinkan pengembang pihak ketiga membuat aplikasi secara luas dan menciptakan ekosistem digital baru. Tak lama berselang, pada tahun 2008 Google merilis Android sebagai sistem operasi sumber terbuka (open source) yang bisa digunakan secara gratis oleh pabrikan mana saja.
Fleksibilitas tersebut membuat pengadopsian Android melonjak tajam hingga berhasil menyalip basis pengguna iOS pada Mei 2012.
Kunci utama kegagalan OS pesaing dan makin kokohnya Android serta iOS terletak pada fenomena pasar yang dikenal sebagai two-sided network effect.
Pengembang aplikasi hanya tertarik membuat perangkat lunak pada platform yang memiliki banyak pengguna. Sebaliknya, pengguna ponsel hanya akan membeli perangkat yang memiliki ketersediaan aplikasi lengkap.
Begitu Android dan iOS berhasil merebut momentum awal tersebut, platform baru hampir mustahil untuk masuk dan bersaing secara seimbang.
Guna mempertahankan dominasi, baik Apple maupun Google menerapkan strategi walled garden yang mengikat pengguna ke dalam ekosistem mereka.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




