TUBAN – Masa waktu pengerjaan proyek jalan lingkar selatan (JLS) Tuban segmen kedua itu dinyatakan selesai sejak Selasa (30/4).
Masa aktif pekerjaan itu sesuai dengan perjanjian penandatanganan kontrak di awal. Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur klaim progres pengerjaan telah mencapai 100 persen.
Staf Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur Siska Yufina mengatakan, proyek lanjutan pembangunan JLS segmen dua yang berada di Jalan Soekarno-Hatta Tuban sejauh 5,8 kilometer (km) telah tuntas sejak Selasa lalu.
‘’Sudah tidak ada lagi kegiatan pekerja di sepanjang proyek JLS,’’ ungkapnya.
Meski sudah dinyatakan tuntas, sejumlah alat berat yang digunakan untuk aktivitas pembangunan lokasi proyek hingga kemarin (1/5) masih terlihat di lokasi.
‘’Alat berat masih belum dipindahkan sebab untuk berjaga-jaga jika dalam waktu dekat ini ada kerusakan bisa segera ditangani,’’ ujarnya.
Meski proyek JLS telah dinyatakan tuntas 100 persen, kata Siska, proyek tersebut masih membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Perawatan diperlukan sebelum resmi diberlakukan pengalihfungsian dua jalur di jalan tersebut.
‘’Masih perlu di tinjau secara berkala untuk memastikan fungsinya bisa digunakan dengan baik,’’ jelasnya.
Pejabat asal Blitar itu menuturkan, proyek yang menelan biaya pembangunan sebesar Rp 150 miliar itu diharapkan menjadi solusi menanggulangi kepadatan lalu lintas.
Apalagi arus di sepanjang jalan nasional yang melintas tengah kota mulai Jalan Pahlawan – Jalan M. Yamin – Jalan Gadjah Mada – Jalan Wahidin Sudirohusodo – Jalan Teuku Umar.
‘’Nantinya jika sudah difungsikan, mobil bermuatan berat tidak akan melintasi area kota lagi, nantinya akan dialihkan melewati JLS Tuban,’’ pungkasnya. (an/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah