Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kebocoran Pipa TBBM PT Pertamina Fuel Tuban. Kalang Kabut setelah Tahu Sumber Asap dari Pipa Pertamina

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 11 Juni 2024 | 14:00 WIB
DIRAWAT: Warga terdampak kebocoran pipa TBBM Pertamina Tuban mengalami sesak napas hingga menjalani perawatan di puskesmas.
DIRAWAT: Warga terdampak kebocoran pipa TBBM Pertamina Tuban mengalami sesak napas hingga menjalani perawatan di puskesmas.

RADARTUBAN – Banyak yang me­ngira asap dalam reka­man video yang menyelimuti Desa Tasikharjo dan Remen, Ke­ca­matan Jenu itu adalah kabut pagi.

Namun siapa me­nyang­ka, asap putih itu ternyata bersumber dari pipa Terminal Bahan Bakar Mesin (TBBM) PT Pertamina Fuel Tuban yang diduga bocor.

Berdasar sejumlah infor­masi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, dugaan kebocoran pipa itu berlang­sung sejak Minggu (9/6) te­ngah malam.

Namun, dam­pak­nya baru terasa pada Senin (10/6) dini hari. Asap dari pipa BBM itu seakan menge­pung Desa Tasikharjo dan Remen.

Kartini, warga Desa Tasik­harjo mengaku mulai men­cium bau menyengat seperti gas bocor itu sekitar pukul 23.00 pada hari Minggu, dan itu dikira berasal dari tabung elpiji.

Namun, setelah dicek di dapur ternyata aman, sehingga kembali kembali istirahat. Sekitar pukul 02.00 dini hari, Kartini kembali terbangun karena bau yang semakin menyengat.

Dan betapa tekejutnya, ternyata bau menyengkat itu dari asap tebal yang sudah menyelimuti rumahnya.

Mengetahui ke­jadian itu, Kartini langsung membangunkan seluruh ang­gota keluarga. Termasuk tetangga-tetangganya.

Semula, tidak banyak warga yang mengira bahwa asap yang menyelimuti rumah-rumah warga itu berasal dari pipa BBM Pertamin.

Seluruh warga baru kalang kabut ketika mendengar pengumu­man evakuasi dari pengeras suara masjid.

Sontak, seketika itu pula para warga mening­galkan rumah masing-masing menuju lapangan desa se­tempat.

‘’Kagetnya minta ampun. Saya sudah mikir tidak karu-karuan. Saat itu juga semua warga langsung lari menuju lapangan dalam kondisi yang masih gelap gulita,’’ katanya.

Proses evakuasi itu ber­langsung hingga pukul 08.00. Setelah asap perlahan hi­lang, satu persatu kembali ke rumah masing-masing.

Na­mun, tidak sedikit yang masih bertahan di lapa­ngan—di bawah tenda yang didirikan Badan Penanggu­la­ngan Ben­cana Daerah (BP­BD) Tuban.

Sumani, warga lain me­nam­­bahkan, saat menge­tahui bahwa asap yang me­ngepung per­mukiman itu berasal dari pipa BBM Per­tamina, semua orang me­ngalami kepanikan yang luar biasa.

Saking paniknya, banyak warga yang tidak memedulikan barang-barang berharga di rumah­nya.

‘’Yang ada dalam piki­ran saat itu hanya menye­lamatkan diri,’’ ujarnya yang seakan dalam kondisi di­kepung asap beracung.

Sementara itu, Kepala Desa Tasikharjo Damuri mengata­kan, insiden ini merupakan kejadian per­tama kali di Desa Tasikharjo dan sekitar­nya.

Kurang lebih 1.500 warga di desanya ter­dampak. ‘’Kejadian ini sa­ngat me­ngagetkan,’’ ka­tanya.

Mengetahui adanya keja­dian tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki langsung turun ke lokasi.

Orang nomor satu di Tuban itu menemui warga di lokasi pengungsian. Bupati datang bersama Ka­polres AKBP Suryono dan Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Dicky Pur­wanto, serta jajaran forkopimda.

Dalam kesempatan itu, Mas Lindra meminta kepa­da pihak Pertamina agar kejadian serupa ja­ngan sam­pai terjadi lagi.

‘’Insya­allah, ini akan men­jadi ko­mitmen dari temen-temen Perta­mina, bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar tidak terjadi lagi,’’ ka­tanya. (fud/tok)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Tuban #terminal #Pipa #bocor #pertamina #asap