RADARTUBAN – Momen sakral yang dilakukan sebagian masyarakat saat bulan Suro—dalam penanggalan Jawa—harus diantisipasi.
Sebanyak 1.215 personel gabungan disiagakan untuk menindaklanjuti hasil evaluasi kericuhan yang terjadi tahun lalu agar tidak terulang kembali.
Kapolres Tuban AKBP Suryono menegaskan, pengamanan kegiatan Suroan merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh kepolisian hampir di seluruh wilayah.
‘’Kami terjunkan 1.215 personel setelah melihat evaluasi pada tahun sebelumnya. Agar tidak berdampak pada keamanan dan kenyamanan di wilayah Tuban,’’ jelasnya.
Jumlah personel keamanan tersebut terdiri dari TNI-Polri, Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) DLHP Tuban, Satpol-PP Tuban serta pengamanan internal perguruan pencak silat.
‘’Untuk menghindari gesekan dalam pengamanan, yang berperan bersentuhan langsung dengan massa penggembira akan disiagakan pengamanan internal perguruan didampingi TNI dan Polri,’’ ujar dia.
Meski pengamanan dilakukan secara persuasif, kata Suryono, jika ada pelanggar lalu lintas atau tindak kriminalitas maka tetap akan dilakukan tindakan tegas.
‘’Akan ada empat titik penyekatan yang telah kita tentukan, selain di jalan raya juga akan disiagakan di tempat lokasi pengesahan,’’ imbuhnya.
Pada rapat koordinasi sebelumnya, Suryono telah mengimbau agar massa penggembira tidak datang dalam kegiatan pengesahan 1.546 warga baru PSHT.
‘’Karena yang diundang hanya calon warga baru dan pendamping dari masing-masing rayon dan ranting,’’ tuturnya.
Tak hanya saat momen pengesahan, petugas gabungan juga akan selalu siaga hingga momen Suroan berakhir.
Hal itu untuk mengantisipasi perayaan berlebihan yang rawan memicu gesekan antarkelompok. (an/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah