RADARTUBAN – Setelah sempat dikuasai banyak genre horor, kini daftar putar di bioskop berganti tema.
Ipar Adalah Maut atau film dengan berlatar belakang kisah rumah tangga giliran menghiasi daftar film bioskop di Tuban.
Film yang bisa dibilang genre langka ini ternyata cukup banyak peminat.
Saiyidha Umi Hafifa salah satu staf bioskop di Jalan Basuki Rahmad mengatakan, film yang menceritakan konflik rumah tangga cukup digemari.
Meskipun produksi film ini tidak semasif genre horor, namun tetap memiliki penggemarnya tersendiri.
‘’Bahkan penontonnya juga nyaris sama dengan film horor,’’ ungkap dia.
Afifa menjelaskan, film bersinopsis tentang perselingkuhan dengan adik istri itu saat ini masih trending dan banyak mengundang penonton.
Konflik yang ada dalam film itu dianggap relate untuk sebagian orang.
‘’Semakin viral, semakin banyak penontonnya,” ujarnya.
Disampaikan dia, banyaknya penonton pada film Ipar Adalah Maut disebabkan oleh viralnya di media sosial (medsos).
Banyak ulasan yang diberikan oleh konten kreator membuat masyarakat penasaran pada film tersebut. Selain itu, masyarakat menyukai film tersebut karena disebut-sebut terinspirasi kisah nyata.
Afifa mengungkapkan, selama ini penayangan film yang bertemakan rumah tangga dan perselingkuhan menjadi favorit kedua setelah genre horor.
Hal ini disebabkan banyaknya antusiasme penonton film tersebut.
‘’Biasanya horor dan drama rumah tangga bisa bertahan dua hingga tiga minggu,” tuturnya.
Lebih lanjut, dikatakan dia, sebelum Ipar Adalah Maut ada film Hati Suhita yang juga pernah merajai perfilman di bioskop Tuban.
Film ini selalu menghabiskan tiket yang disediakan. Penontonnya pun juga didominasi oleh ibu-ibu muda.
Bahkan beberapa kali ruangan bioskop hampir penuh oleh penonton. Dijelaskan Afifa, ibu-ibu terkadang lebih suka datang dengan banyak orang.
Selain itu, barang yang dibawa pun semakin beragam. Biasanya ibu-ibu datangnya bergerombol hingga memenuhi satu studio.
‘’Kadang mereka sudah bawa tisu untuk jaga-jaga kalau menangis saat lihat film,” kata dia. (gi/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah