RADARTUBAN – Melambungnya harga emas di awal tahun pelajaran, dimanfaatkan oleh sebagian orang tua/wali murid yang membutuhkan biaya pendaftar siswa baru. Kemarin (21/7), harga emas sudah menyentuh angka sekitar Rp 1,4 juta.
Pemimpin Cabang Pegadaian Tuban Wahyu Mujiono membenarkan bahwa banyak masyarakat Tuban yang menggadaikan emasnya. Rata-rata untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah dan persiapan menjelang musim panen. ‘’Kenaikannya (jumlah gadai, Red) kurang lebih sekitar 15 persen,” katanya.
Wahyu—sapaannya—menjelaskan, kenaikan harga emas ini sudah terjadi sejak awal tahun, dan trennya terus naik. ‘’Harga emas yang terus naik menjadi alasan masyarakat untuk menggadaikan emas atau perhiasannnya,’’ ujarnya.
Dijelaskan dia, faktor yang membuat masyarakat memilih untuk menggadaikan emas adalah kemudahan.
‘’Jika dulu (menggadaikan emas, Red) harus datang secara langsung, kini bisa melalui aplikasi, lalu petugas yang akan datang ke rumah. Sehingga lebih mudah dan tidak perlu repot-repot ke kantor,’’ jelas dia.
Lebih lanjut, mantan Pimpinan Cabang Pegadaian Tulungagung itu menyampaikan, tingginya antusias masyarakat menggadaikan emasnya ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas.
‘’Jika dulu menjual langsung emasnya ke toko, sekarang lebih banyak yang memilih untuk menggadaikan. Alasannya, sayang jika dijual. Sebab, harga emas kan bisa naik terus. Sementara jika digadaikan, mereka masih punya harapan pada barang yang mereka miliki,” tandasnya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama