RADARTUBAN - Indonesia akan mengalami supermoon pada Rabu, 18 September. Fenomena ini berpotensi menyebabkan naiknya air laut dan terjadinya banjir rob. Termasuk di Tuban.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban Zem Irianto membenarkan adanya peristiwa di mana bulan terlihat lebih besar, terang, dan dekat dari biasanya tersebut.
Dampak dari fenomena ini, terang Zem—sapaan akrabnya, perairan Tuban berpotensi mengalami kenaikan air laut.
‘’Ada potensi banjir rob di sepanjang perairan Tuban,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Dijelaskan dia, kenaikan gelombang air laut diprediksi berlangsung hingga 21 September mendatang. Wilayah perairan Tuban diperkirakan mengalami pasang maksimum 1,3 meter hingga 1,4 meter. ‘’Air laut pasang ini akan terjadi saat malam hari,” ujarnya.
Zem menuturkan, ketinggian gelombang ini harus menjadi kewaspadaan masyarakat. Meski bukan dalam gelombang tinggi, namun perlu berhati-hati. Terlebih, ketika melakukan aktivitas di laut saat malam hari.
‘’Perlu waspada, karena ini masuk dalam kategori sedang,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, pria asal Papua itu mengatakan, walaupun mengalami pasang air laut. Namun, masyarakat diimbau tidak panik.
Lantaran, kenaikan ini diperkirakan hanya terjadi saat malam. Sedangkan saat pagi, ketinggian gelombang bisa dikatakan rendah.
‘’Prakiraan pada tanggal 18 September pukul 7 pagi, ketinggian gelombang turun menjadi 0,1 meter-0,5 meter dan masuk kategori tenang,” ungkapnya.
Meski ada perbedaan ketinggian gelombang, mantan Kasubid Pelayanan BMKG Juanda itu tetap berpesan kepada masyarakat Tuban untuk tetap waspada, karena cuaca bisa berubah kapan saja. Artinya, ketinggian gelombang juga bisa berubah sewaktu-waktu.
‘’Jangan panik, tapi tetap waspada,” pungkasnya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama