Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Konsisten Tanamkan Kebiasaan Makan Ikan Sejak Dini, Angka Stunting Tuban Turun 7,1 Persen

Ahmad Atho’illah • Rabu, 18 September 2024 | 22:26 WIB

 

Photo
Photo

 

RADARTUBAN - Percepatan penurunan angka stunting menjadi komitmen Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dalam menyiapkan generasi muda yang sehat dan cerdas.

Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah membiasakan budaya makan ikan sejak usia dini.

Secara konsisten, pembiasaan pemenuhan protein pada anak itu dicanangkan melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Selasa (17/9), program untuk mengkampanyekan pentingnya manfaat makan ikan sejak ini itu dikemas secara massal di Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel.

Dipilihnya Desa Bulurejo karena desa ini dikenal sebagai sentra penghasil ikan lele asap terbesar di Kabupaten Tuban.

Lebih dari 400 siswa dari SD/MI se-Kabupaten Tuban turut menyemarakkan kegiatan tersebut.

Mas Lindra—sapaan akrab bupati—menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban itu.

Ditegaskan dia, kegiatan bertajuk Festival Gemarikan ini selaras dengan komitmen Pemkab Tuban dalam mempercepat penurunan stunting.

Sebab, kandungan protein pada ikan sangat membantu tumbuh kembang anak.

Selain menjadi bagian dari upaya pembiasaan mengonsumsi ikan sejak dini, Festival Gemarikan juga membawa multiplier effectatau keuntungan bagi masyarakat.

Pasalnya, sekitar 31 persen produksi budidaya perikanan di Desa Bulurejo merupakan ikan lele.

‘’Kegiatan ini benar-benar memaksimalkan potensi perikanan di desa setempat.

Sehingga bisa memberikan nilai tambah terhadap masyarakat, khususnya pembudidaya ikan lele,’’ tuturnya.

Lebih lanjut, Mas Lindra menyampaikan, Pemkab Tuban akan terus menghadirkan inovasi dalam mewujudkan budaya makan ikan sejak dini.

Sehingga, kesadaran akan pentingnya mengonsumsi ikan menjadi bagian dari pola pembiasaan makan sehat, terlebih pada anak-anak.

‘’Untuk itu, inovasi olahan ikan yang menarik dan lezat harus terus dihadirkan, khususnya kepada anak-anak, sehingga menjadi terbiasa makan ikan,’’ pesannya.

Diungkapkan bupati muda itu, Tuban memiliki potensi hasil laut dan tambak yang sangat melimpah dan beragam.

Karena itu, ikan-ikan yang dihasilkan harus dimanfaatkan dan diolah sekreatif mungkin.

Dengan begitu, anak-anak tertarik untuk mengonsumsi ikan setiap hari.

Pada bagian lain, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), Kabupaten Tuban berhasil menurunkan angka stunting sebesar 7,1 persen.

Disampaikan Mas Lindra, capaian positif itu selaras dengan program pembiasaan makan ikan sejak dini yang terus konsisten dilakukan Pemkab Tuban. Dan semua itu tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD), serta lembaga dan instansi di lingkup Pemkab Tuban yang berjalan dengan sangat baik.

Sebagaimana diketahui, pada 2021 atau tahun pertama Mas Lindra memimpin Tuban, angka stunting mencapai 25,1 persen.

Kemudian, turun menjadi 24,9 persen pada 2022, dan turun lagi menjadi 17,8 persen pada 2023 atau berkurang 7,1 persen dari tahun sebelumnya.

‘’Dengan kolaborasi dan sinergi yang baik, kami yakin mampu mencapai hasil yang maksimal—sebagaimana target prevalensi stunting nasional sebesar 14 persen pada 2024,’’ terang Mas Lindra dan optimistis bisa mencapai target tersebut. (tok)

 

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#gemarikan #Bupati Tuban #Mas Lindra #rekor muri #Aditya Halindra Faridzky