RADARTUBAN – Situasi menegangkan masih dirasakan oleh Supri, dirinya bersama dua anggota keluarganya masih belum melepas ingatannya mengenai malapetaka yang dialaminya sore ini.
Mobil yang dikendarainya harus terlibat kecelakaan dengan dua kendaraan lainnya saat hendak pulang ke rumah.
Diungkapkan oleh pria berusia 43 tahun itu, selepas keluar dari Klinik Dokter Mata Keluarga yang terletak di Jalan Wahidin Sudiro Husodo nomor 23 Tuban. Persisnya di depan diler mobil Toyota Auto 2000 Tuban.
Mobil yang baru dikemudikan mengarah ke barat tidak kurang 50 meter dari tempat tersebut tiba-tiba dikejutkan dengan laju kencang dari mobil Mitsubishi Xpander yang berjalan dari arah berlawanan.
Beruntung Supri masih sigap lalu reflek membanting stir ke kiri dan menginjakan rem. Dari arah belakang terlihat ada mobil Suzuki Ertiga yang berjalan beriringan senganya namun sedikit berada lajur kanan yang akhirnya menubruk bagian belakang mobil Honda Jazz miliknya.
Mobil Suzuki Ertiga tersebut sekaligus tidak dapat menghindari laju kencang mobil Mistsubishi yang datang dari arah berlawanan.
Kedua mobil yang mengalami adu banteng itu mengalami kerusakan parah pada bagian depan. Sementara itu, ada salah satu pengemudi sepeda motor yang berjalan dari arah belakang mobil Suzuki Ertiga yang turut menjadi korban.
‘’Ada satu pengemudi sepeda motor yang dibawa ke rumah sakit, mengalami luka-luka,’’ ungkap Supri.
Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban Ipda Garmani saat dijumpai wartawan Jawa Pos Radar Tuban di tempat kejadian perkara (TKP) menyampaikan, pengemudi Mitsubishi Expander masih belum bisa dimintai keterangan lebih mendalam lantaran sempat mengeluh sesak di bagian dada pasca kecelakaan tersebut terjadi.
‘’Pengemudi mengaku hendak ke Pasar Baru Tuban,’’ ujar dia.
Saat disinggung perihal penyebab utama terjadinya kecelakaan, Garmani belum bisa menyimpulkan secara rinci lantaran penyelidikan pertugas masih berlangsung.
‘’Jika diliihat dari kerusakannya, pengumudi Mitsubishi Xpander melaju dengan kecepatan tinggi,’’ tandasnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama