Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

KUA Tuban Masih Kesulitan Layani Bimwin Online karena Sejumlah Alasan Ini

Hardiyati Budi Anggraeni • Kamis, 10 Oktober 2024 | 21:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARTUBAN – Kendati aturan wajib mengikuti bimbingan perkawinan (bimwin) baru akan diberlakukan pada 2025 mendatang, Kemen­terian Agama (Kemenag) Tuban sudah menerapkan sejak Agustus lalu. Setiap calon pengantin (catin) wajib mengikuti bimwin di masing-masing kantor urusan agama (KUA).

Kepala Seksi Hubungan Masya­rakat Islam Kemenag Tuban Mas­­hari mengatakan, meski tidak sanksi bagi catin yang tidak mengikuti bim­win, namun ke­ikutsertaan bimbin menjadi syarat untuk mener­bitkan buku nikah.

Artinya, jika catin tidak memiliki sertifikat binwin, maka yang bersangkutan tidak bisa mendapatkan buku nikah.

‘’Secara fisik (sanksi, Red) me­mang tidak ada denda­nya, na­mun buku nikahnya tidak bisa terbit,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Kepala KUA Tuban Imam Bukori menyampaikan, pe­laksanaan binwin di Tuban belum sepenuh­nya berjalan maksimal.

Salah satu ken­dalanya, tidak semua pasa­ngan catin berdomisili di Tu­ban. Sementara bimwin harus diikuti pasangan catin. Tidak bisa hanya salah satu atau di­wakilkan.

‘’Perbedaan domisili menjadi faktor sulit yang terjadi saat binwin. Misalnya, domisili catin di luar kota, jadinya sulit. Be­lum lagi kalau harus mening­galkan pekerjaan dan ber­bagai urusan. Jadi banyak catin yang mengeluh (de­ngan adanya aturan wajib bimwin, Red),’’ ungkapnya.

Menanggapi keluhan catin dan problem yang dihadapi KUA ter­sebut, Mashari me­ne­gaskan bahwa bimwin tidak harus diikuti secara tatap muka.

‘’Mungkin ma­sih banyak yang berpikiran kalau binwin hanya dilaku­kan ta­tap muka. Padahal, sebenarnya bisa dilakukan secara online,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Mashari me­nyam­paikan, binwin melalui online bisa dilakukan sesuai ketentuan KUA masing-masing. Dengan demikian, catin yang di luar Tu­ban tidak perlu datang lang­sung ke Tuban.

‘’Karena memang ini diwajibkan, jadi kita kasih ada opsi lain selain tatap muka,’’ tandasnya. (gi/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kementerian agama #bimwin #Catin #bimbingan perkawinan #online #sertifikat #kua