Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sasinta, Pendiri Sanggar Tari Natya Cakrawati. Ingin Ajak Anak-Anak Mencintai Budayanya Sendiri

Andreyan (An) • Jumat, 25 Oktober 2024 | 16:30 WIB

Sasinta, saat melatih anak didiknya menari di sanggar miliknya
Sasinta, saat melatih anak didiknya menari di sanggar miliknya

Di zaman kiwari ini, tidak banyak generasi muda yang cinta dan peduli terhadap budaya bangsa ini. Sasinta Dewi Saraya adalah satu di antara Gen Z yang masih peduli terhadap budayanya sendiri. Di tempat tinggalnya, Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, dia mendirikan sanggar tari tradisional.

JIWA seni sudah melekat da­lam diri Sasinta sejak masih anak-anak. Khususnya seni tari. Sejak kecil hingga sekarang, kecin­taannya terhadap tari tradisional tidak pernah luntur. Sebaliknya, semakin dewasa semakin menjiwai dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur tersebut.

Aktualisasi kecintaannya itu diwujudkan dengan mendirikan sanggar tari di desanya. Dan se­mua itu bermula dari kepri­hatinannya terhadap generasi muda yang semakin terinfiltrasi budaya modern.

Kisah itu berawal pasca me­nem­­­puh pendidikan S1. Usai ku­liah, perempuan kelahiran tahun 2000 itu menjadi guru eks­trakurikuler.

Dari penga­laman­nya mengajar tersebut, alumni Institut Seni In­donesia (ISI) Su­ra­karta itu akhirnya me­nginisiasi untuk mendirikan sanggar tari di tempat tinggalnya. Tujuannya, mengajak dan me­nampung anak-anak untuk belajar tari tradisional.

Meski harus menguras tabu­ngan dan mengorbankan banyak wak­tunya, sanggar tari yang diberi nama Natya Cakrawati itu akhirnya berhasil didi­rikannya. ‘’Saya ingin mengajak anak-anak untuk men­cintai budayanya sendiri,’’ tuturnya.

Kini, sanggar tari didirikan itu telah memiliki kurang lebih 50 pe­serta didik yang dibagi menjadi tiga kelas, yakni kelas A untuk usia 5-10 tahun, kelas B untuk usia 11-15 tahun, dan kelas C un­tuk usia di atas 16 tahun.

‘’Al­hamdulillah respon masyarakat cukup positif adanya sanggar tari ini,’’ tandasnya. (*/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Jiwa seni #mencintai #Sanggar tari #anak-anak #budaya #generasi muda #Sendiri