Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kafe Inklusi Butuh Solusi

Hardiyati Budi Anggraeni • Kamis, 21 November 2024 | 16:30 WIB
Kafe Inklusi di kompleks parkir Pantai Boom Tuban yang kondisinya sepi pengunjung.
Kafe Inklusi di kompleks parkir Pantai Boom Tuban yang kondisinya sepi pengunjung.

RADARTUBAN – Mempertahankan memang selalu lebih sulit daripada memulai. Begitu pula dalam menjalankan pro­gram pemerintah. Con­tohnya, Kafe Inklusi.

Diharapkan menjadi ruang pemberdayaan bagi para pe­nyandang disabilitas di Kota Legen, kafe yang ber­lokasi di depan pintu masuk Pantai Boom Tuban itu te­ngah dihadapkan pada kon­disi sepinya pengun­jung.

Misron, salah satu difabel yang bekerja di tempat ter­sebut me­nu­turkan, meski berada di depan pintu masuk wisata, namun pembeli sa­ngat sepi. Masih kalah de­ngan pedagang asongan.

‘’Mungkin karena yang dijual hanya minuman, sehingga sepi,’’ katanya.

Lebih lanjut, Misron me­nyam­paikan, kendati lokasi­nya cukup strategis, namun sering kali tertutup oleh mobil yang sedang parkir, baik mobil pengunjung Pan­tai Boom maupun pe­ziarah Makam Sunan Bo­nang. ‘’Jadi, sering tidak ter­­lihat karena tertutup mobil yang sedang parkir,’’ ujarnya.

Rata-rata, terang Misron, yang beli hanya teman-te­man disabilitas sendiri atau orang yang sudah dikenal baik.

‘’Kalau pembeli dari luar sangat jarang,’’ tandasnya.

Terpisah, Rustawar Ketua Or­ganisasi Disabilitas Tuban (Orbit) sekaligus pengelola Kafe Inklusi menuturkan bah­wa me­nyam­paikan, se­jauh ini Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perda­gangan (Diskopum­dag) Tu­ban selalu membantu per­kem­bangan Kafe Inklusi.

Bah­kan, selalu disubsidi mo­dal Rp 1 juta per bulan. ‘’Jadi, kami kelola uang dari Dis­kopumdag untuk kafe ini,’’ katanya.

Pria yang berkediaman di Kecamatan Merakurak ini berharap, Kafe Inklusi se­makin dikenal masyarakat luas dan jumlah pembelinya bertambah banyak.

‘’Saya ber­harap, ra­mainya Kafe In­klusi ini tidak hanya dari kalangan teman-teman difa­bel saja, tetapi juga dari ma­syarakat umum,’’ harapannya. (gi/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#wisata #Tuban #kafe #pedagang #pintu masuk #Asongan #sepi #penyandang disabiliitas #program pemerintah #Pantai Boom #inklusi