RADARTUBAN – Mempertahankan memang selalu lebih sulit daripada memulai. Begitu pula dalam menjalankan program pemerintah. Contohnya, Kafe Inklusi.
Diharapkan menjadi ruang pemberdayaan bagi para penyandang disabilitas di Kota Legen, kafe yang berlokasi di depan pintu masuk Pantai Boom Tuban itu tengah dihadapkan pada kondisi sepinya pengunjung.
Misron, salah satu difabel yang bekerja di tempat tersebut menuturkan, meski berada di depan pintu masuk wisata, namun pembeli sangat sepi. Masih kalah dengan pedagang asongan.
‘’Mungkin karena yang dijual hanya minuman, sehingga sepi,’’ katanya.
Lebih lanjut, Misron menyampaikan, kendati lokasinya cukup strategis, namun sering kali tertutup oleh mobil yang sedang parkir, baik mobil pengunjung Pantai Boom maupun peziarah Makam Sunan Bonang. ‘’Jadi, sering tidak terlihat karena tertutup mobil yang sedang parkir,’’ ujarnya.
Rata-rata, terang Misron, yang beli hanya teman-teman disabilitas sendiri atau orang yang sudah dikenal baik.
‘’Kalau pembeli dari luar sangat jarang,’’ tandasnya.
Terpisah, Rustawar Ketua Organisasi Disabilitas Tuban (Orbit) sekaligus pengelola Kafe Inklusi menuturkan bahwa menyampaikan, sejauh ini Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban selalu membantu perkembangan Kafe Inklusi.
Bahkan, selalu disubsidi modal Rp 1 juta per bulan. ‘’Jadi, kami kelola uang dari Diskopumdag untuk kafe ini,’’ katanya.
Pria yang berkediaman di Kecamatan Merakurak ini berharap, Kafe Inklusi semakin dikenal masyarakat luas dan jumlah pembelinya bertambah banyak.
‘’Saya berharap, ramainya Kafe Inklusi ini tidak hanya dari kalangan teman-teman difabel saja, tetapi juga dari masyarakat umum,’’ harapannya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama