RADARTUBAN – Kondisi ADC, 33, pria asal Desa Pandanwangi, Kecamatan Soko yang menjadi korban kekerasan menggunakan senjata tajam (sajam) di jalan Desa/Kecamatan Rengel pada Jumat (13/12) sudah mulai membaik. Namun, hingga kini pelaku yang berjumlah dua orang itu masih belum tertangkap.
‘’Pelaku masih dalam pengejaran tim Jatanras Polres Tuban,’’ kata Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Selain identitas pelaku yang masih gelap, polisi juga berupaya mengungkap motif tindak kekerasan di jalan raya tersebut.
Pasalnya, berdasar keterangan yang diterima polisi—sebelum insiden kekerasan itu terjadi, kedua pelaku sudah membuntuti korban dari jauh dengan menggunakan penutup muka.
Artinya, kejadian yang mengakibatkan korban mengalami sembilan tusukan sajam di area bahu dan punggung ini sudah direncanakan sebelumnya.
Apalagi, pelaku juga sempat melakukan kekerasan menggunakan tangan kosong. Sehingga, ada kemungkinan antara pelaku dan korban sudah saling mengenal.
‘’Untuk (motif, Red) pastinya, kami masih melakukan pendalaman sembari menunggu kondisi korban membaik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,’’ terang Dimas.
Sebagaimana diketahui, saat peristiwa brutal itu terjadi, korban dibonceng oleh rekannya, MAK.
Kedua pelaku yang sudah membuntuti korban dari belakang tiba-tiba langsung melakukan penusukan secara brutal di bagian punggung hingga korban terjatuh dari motornya.
Mengetahui korban tersungkur, kedua pelaku semakin kalap menganiaya korban dengan sajam dan tangan kosong.
Beruntung, sebelum kedua pelaku benar-benar menghabisi nyawa koran, warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berhamburan keluar.
Merasa terancam, kedua pelaku akhirnya melarikan diri, dan hingga saat ini masih belum tertangkap. Anehnya, yang menjadi korban hanya ADC, sementara MAK, yang membonceng korban sama sekali tidak dianiaya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama