Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sholikhul Hadi, Musisi Kendang Asal Tuban. Ingin Ajak Anak Muda Turut Melestarikan Alat Musik Kendang

Sugiati. • Jumat, 20 Desember 2024 | 17:30 WIB
Sholikhul Hadi, musisi kendang asal Desa Prambonwetan, Kecamatan Rengel, Senin (16/12).
Sholikhul Hadi, musisi kendang asal Desa Prambonwetan, Kecamatan Rengel, Senin (16/12).

Rasa suka berawal dari terbiasa. Mungkin itulah kata yang tepat menggambarkan perjalanan Solikhul Hadi menjadi musisi kendang. Berkat konsistensinya memainkan alat musik kendang, kini dia menjadi penabuh kendang yang kondang. Dia ingin mengajak anak-anak muda mencintai alat musik kendang.

DUM dum dum, tak tak tak, tuk tuk tuk, chk dum chk dum… Hentakan ken­dang itu terdengar rancak mengi­ringi alunan musik dangdut yang sedang di­mainkan. Siapa pun yang mendengarnya, terlebih bagi pecinta musik dangdut, serasa ingin berjoget ber­sama alunan kendang yang penuh irama.

Dari channel Youtube So­raya Music tersebut, Solikhul Hadi tampak piawai me­mainkan kendang.

Kedua tangannya begitu lihai mena­buh alat musik dari kulit tersebut. Dum tak dum dum chk… Dan lelaki jang­kung penambuh kendang itu Solikhul Hadi.

Di kalangan seniman musik dan pecinta dangdut, Soli­khul Hadi atau yang karib disapa dengan nama pang­gung Kaji Krobell itu tak asing lagi.

Dia sudah malang me­lintang me­mainkan mu­sik kendang. Dan kini ber­gabung di grup musik So­raya. ‘’Bagi saya, dangdut tanpa kendang itu seperti masakan tanpa garam,’’ ka­tanya.

Ikhul—sapaan akrabnya—menyukai musik dangdut sudah sejak kecil. Tepatnya saat duduk di kelas 5 sekolah dasar (SD).

‘’Ndak tahu kenapa, waktu itu saya suka sekali dengan musik dang­dut,’’ terang pemuda kela­hiran 2001 itu.

Dari musik dangdut itulah, lama-lama dia menyukai kendang. Tepatnya saat memasuki usia 12 tahun.

Dari situ, lalu mencoba me­mainkannya, dan kini men­jadi pemain kendang pro­fesional. Meski belum bisa dibilang sukses-sukses amat, Ikhul tetap bangga bisa mem­bantu ekonomi keluar­ga dengan bermain kendang.

Di luar itu, terang Ikhul, yang membuat semangatnya bermain kendang terus me­nyala, adalah menjaga dan melestarikan alat musik tra­disional khas Jawa Timur tersebut. Terlebih, di tengah gempuran musik modern seperti pop, rock, hingga jazz yang lebih diminati oleh anak muda sepantarannya.

‘’Ken­dang merupakan alat musik tradisional, makanya harus dilestarikan. Dan ka­lau bukan generasi muda se­perti kita, lalu siapa lagi,” ujar pria yang kini berusia 23 tahun itu.

Di balik kepiawaiannya memainkan alat musik ken­dang, Ikhul ternyata tidak pernah mengikuti les musik kendang.

Sejak pertama kali memegang kendang hingga bisa memainkannya secara profesional, pemuda asal Desa Prambonwetan, Keca­matan Rengel itu hanya be­­lajar secara otodidak. ‘’Sa­ya suka dan saya belajar,’’ katanya.

Meski tak terlahir dari ke­luarga seniman, Ikhul meya­kini bahwa hobi adalah bakat. Sebab itu, dia terus mengasah bakatnya hingga benar-benar bisa dan men­jadi pemain kendang pilih tanding untuk lokal Tuban.

‘’Alhamdulillah, sudah se­ring tampil di banyak ka­bupaten/kota,’’ katanya bersyukur.

Alumni MAN 2 Tuban ini mengaku bersyukur lantaran bisa membantu ekonomi keluarga dari bermain ken­dang.

Sebab, dulu dia tidak pernah berpikir bisa makan dari bermain kendang. Na­mun, seiring berjalannya waktu, Tuhan ternyata mem­berikan rezeki kepada diri­nya dari bermain kendang. (*/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#musisi #Tuban #pemai sepakbola #kendang #mencintai #dangdut #profesional #Rengel #alat musik