RADARTUBAN – Sudah tidak terhitung berapa banyak kendaraan yang mogok lantaran menjadi korban banjir di jalan antarkecamatan Rengel-Widang, tepatnya di Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang.
Menurut pengakuan Suhat selaku warga setempat, banjir yang menggenangi akses utama penghubung antara Kecamatan Widang, Plumpang dan Rengel itu sudah berlangsung sejak lima hari lalu.
‘’Banjir tak kunjung surut, malah dapat kiriman lagi dari hulu,’’ tuturnya.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (25/12). Genangan banjir menggenangi badan jalan kurang lebih sepanjang 1 kilometer (km) dengan ketinggian air mulai 15 centimeter (cm) hingga 30 cm.
Belasan lubang dengan diameter rata-rata 50 cm tersebar di titik tersebut menyulitkan pengendara yang melintas.
Warga lain, Sadir mengatakan, banjir yang melanda wilayah tersebut merupakan rutinitas tahunan yang hampir selalu terjadi saban curah hujan deras. ‘’Kondisi jalan semakin rusak parah, apalagi ketika malam hari di daerah sini gelap,’’ ujar dia.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, dirinya secara sukarela bersama warga lainnya membantu mengarahkan pengendara yang melintas agar tidak terjerembab di lubang yang mendiami wilayah tersebut.
‘’Biasanya saat sore hari terkadang sampai macet soalnya jam-jam padat pengendara melintas,’’ ungkap pria berusia 48 tahun itu.
Banjir tak hanya menggenangi akses jalan di wilayah tersebut, diperkirakan puluhan hektare sawah yang membentang antara Desa Plandirejo dan Sembungrejo turut terendam.
Terpisah, Camat Plumpang Saefiyudin mengungkapkan, jalan penghubung Rengel-Widang di titik tersebut memang langganan terjadi banjir jika terjadi hujan lebat ataupun mendapatkan kiriman air dari hulu Kali Avour. ‘’Ditambah lagi jalan di daerah tersebut punya ketinggian yang rendah,’’ ujar dia.
Lebih lanjut dikatakan oleh pejabat yang akrab disapa Asep itu, belum berfungsinya Waduk Jabung di wilayah Desa Mrutuk, Kecamatan Widang membuat persoalan banjir di bantaran Kali Avour belum mampu teratasi.
‘’Seharusnya air dari Kali Avour bermuara di Waduk Jabung, karena belum berfungsi maka luapan ataupun kiriman airnya membanjiri wilayah rendah di beberapa bantaran kali,’’ paparnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama